Pemandi Jenazah Ceritakan Luka Tak Wajar di Tubuh Bocah Bojonggede

pemandi jenazah
Pemandi Jenazah, Sugeng saat ditemui di TPU Kalang Anyar, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Foto: Amelia Azizah/timetoday.id

TIMETODAY.ID, BOGOR –  Sejumlah luka dan lebam ditemukan di tubuh MAA (6), bocah asal Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kejanggalan itu pertama kali diungkap pemandi jenazah bernama Sugeng, saat mempersiapkan jenazah korban sebelum dimakamkan di TPU Kalang Anyar.

Sugeng, yang telah menjadi pemandi jenazah sejak 2017, mengaku terkejut ketika menemukan luka pada bagian mulut korban.

“Saya buka kainnya, saya dapati sumpelan tisu di mulut. Rupanya ada luka robek di bibir bawah,” ujar Sugeng kepada wartawan, Kamis (23/10/2025).

Advertisement

Ia menjelaskan, dalam data yang diterimanya, penyebab kematian korban disebutkan akibat demam tinggi. Namun, saat memandikan jenazah, ia menemukan sejumlah luka dan lebam di beberapa bagian tubuh yang menimbulkan tanda tanya.

Baca Juga :  Kesenjangan Makna Dinilai Jadi Tantangan Komunikasi Program MBG

“Di form yang saya terima tertulis penyebabnya panas tinggi. Tapi saat saya cek, ada luka dan lebam di tubuh korban,” kata dia.

Ketika menanyakan hal itu kepada ayah korban, Sugeng mendapat penjelasan yang dinilainya janggal.

“Bapaknya bilang karena kejedot pintu dan jatuh di kamar mandi. Saya anggap itu aneh, tapi tugas saya hanya memandikan, jadi tidak saya tanyakan lebih lanjut,” ujarnya.

Kejanggalan semakin terasa saat proses pengkafanan selesai. Sugeng mengaku menemukan benjolan besar di bagian belakang kepala korban.

“Bagian kepala belakang banyak benjolan besar dan setiap benjolan ada luka sobeknya,” katanya.

Baca Juga :  Latih Tanding SOD Kabupaten Bogor dan SKODI, Perkuat Pembinaan Atlet Disabilitas

Setelah pemulasaran selesai, jenazah dibawa ke tempat pemakaman. Sugeng menyebut sempat menawarkan ambulans gratis dari yayasannya, namun ditolak oleh keluarga korban.

“Sudah saya tawarkan untuk diantar pakai ambulans, tapi bapaknya menolak dan membawa sendiri pakai motor,” tuturnya.

Ia menambahkan, sepanjang perjalanan menuju TPU, dirinya merasa gelisah karena kondisi jenazah yang dinilainya tidak wajar.

“Sebagai pemandi jenazah, sebenarnya kami tidak boleh menceritakan apa yang kami lihat. Tapi hati saya gelisah karena kondisi anak itu tidak seperti orang meninggal biasa,” kata Sugeng.

Sugeng akhirnya memutuskan untuk mengungkapkan temuannya kepada publik. Ia menilai korban diperlakukan tidak wajar oleh orang tuanya.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel