TIMETODAY.ID, JAKARTA — Setelah sempat mencetak rekor harga tertinggi, harga emas Antam 24 karat hari ini kembali terkoreksi. Berdasarkan data Logam Mulia Antam, Senin (20/10/2025), harga emas turun Rp 13.000 per gram, menjadi Rp 2.415.000 per gram.
Sebelumnya, lonjakan harga emas terbesar sempat terjadi pada Jumat (17/10), saat harga naik hingga Rp 78.000 per gram. Sementara pada Selasa (23/9), emas juga sempat menanjak Rp 41.000 per gram, mencerminkan tren volatilitas yang cukup tinggi di pasar logam mulia belakangan ini.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini
Harga emas Antam ukuran terkecil, yakni 0,5 gram, kini dijual Rp 1.257.500. Untuk ukuran menengah, 10 gram dibanderol Rp 23.645.000, sementara emas ukuran terbesar 1.000 gram (1 kg) mencapai Rp 2.355.600.000.
Jika ditarik dalam sepekan terakhir, harga emas Antam masih berada dalam tren naik, bergerak di rentang Rp 2.299.000–2.485.000 per gram. Dalam sebulan terakhir, harga emas Antam berfluktuasi antara Rp 2.090.000–2.485.000 per gram.
Harga Buyback Juga Turun
Untuk harga buyback atau harga jual kembali ke Antam, juga mengalami penurunan sebesar Rp 13.000 per gram, menjadi Rp 2.264.000 per gram.
Harga buyback ini berarti, jika seseorang ingin menjual emas batangan ke Antam, maka perusahaan akan membelinya dengan harga tersebut.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback di atas Rp 10 juta akan dikenai Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen, yang dipotong langsung dari total nilai transaksi.
Rincian Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini (20 Oktober 2025)
- 0,5 gram: Rp 1.257.500
- 1 gram: Rp 2.415.000
- 2 gram: Rp 4.770.000
- 3 gram: Rp 7.130.000
- 5 gram: Rp 11.850.000
- 10 gram: Rp 23.645.000
- 25 gram: Rp 58.987.000
- 50 gram: Rp 117.895.000
- 100 gram: Rp 235.712.000
- 250 gram: Rp 589.015.000
- 500 gram: Rp 1.177.820.000
- 000 gram: Rp 2.355.600.000
Meski mengalami koreksi, harga emas masih berada di level tinggi secara historis. Para analis menilai, pergerakan harga emas ke depan akan tetap dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga The Fed, pergerakan dolar AS, dan permintaan emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































