Trump Panaskan Lagi Perang Dagang, Ancam Stop Impor Minyak Goreng dari China

China
ilustrasi as dan china (foto:istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan ekonomi antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas. Setelah sebelumnya mengancam memberlakukan tarif masuk 100 persen terhadap produk asal China, kini mantan Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman baru: menghentikan impor minyak goreng dari Negeri Tirai Bambu.

Langkah itu muncul sebagai bentuk pembalasan setelah China memutuskan menghentikan impor kedelai dari AS komoditas yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekspor pertanian Amerika.

Melalui unggahannya di media sosial Truth Social, Trump menuding langkah China itu sebagai tindakan yang merugikan petani AS dan memperburuk hubungan ekonomi kedua negara.

Advertisement

“Saya yakin China sengaja tidak membeli kedelai kita yang menyebabkan petani kedelai kesulitan, ini tindakan bermusuhan secara ekonomi,” kata Trump, dikutip Kamis (16/10/2025).

Baca Juga :  IAEA Bantah Klaim Trump soal Uji Coba Nuklir Rusia dan China

Trump menilai hubungan dagang antara dua raksasa ekonomi dunia itu kini sudah berada di titik genting. Ia bahkan menyebut kemungkinan memutus hubungan bisnis sepenuhnya dengan China dalam beberapa sektor strategis, termasuk minyak goreng.

“Sebagai contoh, kita bisa dengan mudah memproduksi minyak goreng sendiri, kita tidak perlu membelinya dari China,” ujarnya menegaskan.

Sebelumnya, China membalas ancaman tarif 100 persen dari AS dengan membatasi ekspor logam tanah jarang bahan penting untuk industri teknologi tinggi seperti kendaraan listrik dan chip semikonduktor.

Langkah ini memperdalam jurang konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun sejak masa pemerintahan Trump.

Baca Juga :  Menjelang Akhir Pekan, Rupiah Sedikit Bernafas Saat Dolar AS Melemah

Di sisi lain, AS memang tidak sepenuhnya bergantung pada China untuk pasokan minyak goreng.

Sebagian besar minyak goreng mentah (crude oil vegetable) diimpor dari Kanada dalam bentuk kanola, sementara China selama ini menjadi pemasok utama minyak goreng bekas (Used Cooking Oil/UCO) yang digunakan untuk bahan bakar nabati seperti biofuel dan etanol.

Ancaman terbaru Trump menjadi babak lanjutan dari perang dagang yang tak kunjung reda. Di tengah tensi global yang meningkat, langkah saling balas tarif dan pembatasan ekspor ini dikhawatirkan akan berdampak pada stabilitas ekonomi dunia terutama di sektor pangan dan energi terbarukan.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel