
TIMETODAY.ID, SUKABUMI — Udara pagi di lereng Gunung Gede Pangrango semestinya hanya berisi aroma lumut dan pinus yang lembap. Namun pada akhir pekan lalu, suasananya sedikit berbeda.
Di antara kabut tipis dan langkah para petugas yang menapaki jalur Selabintana, Kabupaten Sukabumi, tampak punggung-punggung yang memanggul karung—bukan berisi logistik pendakian, melainkan sampah.
Lebih dari 100 kilogram sampah ditemukan berserakan di jalur tersebut, sebagian besar berupa botol plastik dan kemasan makanan sekali pakai.
Temuan itu menjadi hasil nyata dari kegiatan Operasi Bersih (Opsih) yang digelar Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) selama dua hari, 11–12 Oktober 2025.
“Opsih ini bagian dari pengawasan saat penutupan pendakian. Kami ingin memastikan jalur tetap bersih dan tidak ada aktivitas pendakian ilegal,” ujar Humas TNGGP Agus Deni, dikutip dari detikJabar, Kamis (16/10/2025).
Sebanyak 43 orang ikut ambil bagian dalam kegiatan itu. Mereka berasal dari berbagai unsur—petugas taman nasional, TNI/Polri, mahasiswa, relawan lingkungan, komunitas pecinta alam, hingga warga sekitar.
Tim kemudian dibagi dalam empat titik strategis: Pos Cigeuber, Pos Cileutik, Pos Simpang Gemuruh, dan Alun-alun Suryakencana.
Selama dua hari penuh, suara kantong plastik dan gesekan karung terdengar bersahutan di tengah hutan. Hasilnya, 15 karung sampah berhasil dikumpulkan, dengan total berat mencapai 115,5 kilogram.
Isinya beragam: plastik kemasan mi instan, botol minuman, hingga perlengkapan pendakian yang ditinggalkan begitu saja oleh pengunjung.
“Selain pembersihan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat dan komunitas pendaki lebih sadar pentingnya menjaga alam,” kata Agus.
Menurut Agus, kegiatan Opsih bukan sekadar aksi bersih-bersih rutin, melainkan momen refleksi ekologis bagi semua pihak yang menikmati alam Gunung Gede Pangrango.
Saat jalur pendakian ditutup sementara, para petugas memanfaatkannya untuk memastikan tak ada aktivitas liar yang berpotensi merusak ekosistem.
“Kami berharap upaya ini bisa menjaga Gunung Gede Pangrango tetap bersih, aman, dan lestari ketika nanti dibuka kembali,” ujarnya.
Bagi banyak orang, mendaki gunung adalah tentang menaklukkan puncak. Namun bagi mereka yang turun tangan dalam operasi ini, menjaga gunung tetap bersih adalah bentuk penghormatan tertinggi bagi alam itu sendiri.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































