Kalori Es Krim Bisa Tinggi, Tapi Ini Cara Menikmatinya Tanpa Khawatir

es krim
ilustrasi makan es cream (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA  — Dalam cuaca panas yang menyengat atau saat ingin memanjakan lidah dengan sesuatu yang manis dan lembut, es krim sering jadi pilihan utama. Namun di balik kesegarannya, banyak yang mulai bertanya-tanya: seberapa besar dampaknya terhadap pola makan sehat?

Es krim memang menggoda. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis membuatnya menjadi camilan favorit lintas usia.

Tetapi, ada satu hal yang kerap menjadi kekhawatiran: kandungan kalorinya. Banyak orang yang sedang menjalani diet atau menjaga asupan gula dan lemak akhirnya menghindari es krim, meski sebenarnya kenikmatan itu tidak selalu harus dihindari sepenuhnya.

Advertisement

Faktanya, jumlah kalori dalam es krim sangat tergantung pada jenis, porsi, bahan dasar, dan topping yang digunakan. Seperti yang dijelaskan dalam laman Alodokter, “Mengetahui jumlah kalori setiap sajian membantu Anda tetap menikmati es krim tanpa mengganggu pola makan sehat.”

Kalau dilihat dari rasanya, satu skop kecil es krim vanila (sekitar 50 gram) mengandung sekitar 80 hingga 120 kalori.

Untuk rasa cokelat, jumlah ini bisa naik menjadi 100–150 kalori, dan stroberi berkisar di 90–130 kalori per sajian. Perbedaan ini berasal dari kandungan gula, krim, dan bahan tambahan lainnya.

Bentuk penyajiannya pun turut memengaruhi total kalori. Es krim dalam cone kecil bisa mengandung 150–250 kalori, bahkan lebih jika ditambah topping. Misalnya saja, meses, saus cokelat, keju parut, atau kacang cincang bisa menambahkan 50 hingga 150 kalori ekstra.

Baca Juga :  Stop Konsumsi Makanan dan Minuman Ini saat Cuaca Panas, Cek Daftarnya!

Bayangkan satu skop es krim vanila yang ditaburi meses dan saus cokelat — jumlah kalorinya bisa melonjak jadi 180–250 kalori.

Kreasi es krim modern yang dipadukan dengan waffle, roti, atau pancake juga tak kalah menggoda.

Tapi perlu diingat, kombinasi ini bisa membuat satu porsi mencapai 300 hingga 500 kalori, tergantung ukuran dan topping tambahan. Jadi, penting untuk tahu batas wajar sebelum larut dalam kelezatannya.

Namun, menikmati es krim tidak selalu harus berarti menyimpang dari pola hidup sehat. Ada cara cerdas untuk tetap menikmatinya tanpa rasa bersalah. Salah satunya adalah dengan memilih porsi kecil.

“Pilih porsi kecil, misalnya satu skop saja, untuk menjaga asupan kalori tanpa harus melewatkan kesenangan menikmati es krim,” demikian salah satu saran dari Alodokter.

Selain itu, Anda juga bisa memilih varian es krim yang lebih ramah kesehatan, seperti es krim rendah lemak, yogurt beku, atau sorbet buah. Pilihan ini biasanya memiliki kandungan kalori yang lebih rendah dibanding es krim berbasis susu full cream.

Baca Juga :  BMKG Beberkan Pemicu Cuaca Panas di Indonesia

Langkah bijak lainnya adalah membatasi topping tambahan, terutama yang manis dan tinggi gula seperti karamel, marshmallow, atau permen.

Juga, perhatikan label gizi pada kemasan untuk melihat kadar kalori, gula, dan lemak per sajian — terutama jika Anda sedang dalam program diet atau mengontrol gula darah.

Mengatur frekuensi konsumsi juga jadi kunci. Mengonsumsi es krim sesekali sebagai dessert setelah makan besar biasanya tidak akan memberi dampak besar pada kesehatan, asalkan tidak dilakukan setiap hari.

Namun, untuk penderita diabetes, kolesterol tinggi, atau obesitas, penting untuk lebih waspada dan selektif dalam memilih jenis serta porsi es krim.

Dan tentu saja, es krim bukan satu-satunya pilihan saat Anda ingin camilan manis. Ada alternatif yang lebih rendah kalori seperti buah segar, yoghurt tanpa gula, smoothie buah, atau puding dari agar-agar. Alternatif ini bisa tetap memuaskan keinginan ngemil tanpa membuat Anda khawatir soal timbangan.

Pada akhirnya, es krim bukan musuh diet — selama dinikmati dengan bijak. Kadang, satu skop kecil di tengah hari yang panas bisa menjadi bentuk kecil dari kebahagiaan. Dan seperti banyak hal dalam hidup, kuncinya ada di keseimbangan.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel