370 Jiwa Melayang karena Malnutrisi, WHO Desak Israel Hentikan Tragedi Gaza

Gaza
WHO Mendesak Israel Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza, 370 Jiwa Telah Melayang (Foto: REUTERS/Hatem Khaled)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah reruntuhan bangunan dan langit Gaza yang terus diguyur serangan, bencana lain merayap senyap: kelaparan. Laporan terbaru menyebut setidaknya 370 orang telah meninggal dunia akibat malnutrisi, termasuk anak-anak yang tubuhnya semakin rapuh karena kekurangan makanan.

Suara peringatan keras datang dari Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus. Ia menegaskan bahwa penderitaan ini bukan sekadar konsekuensi perang, melainkan bencana yang sebenarnya bisa dicegah.

“Ini adalah bencana yang sebenarnya bisa dicegah Israel, dan bisa dihentikan kapan saja,” ujarnya kepada wartawan, dikutip AFP, Sabtu (6/9/2025).

Advertisement

Tedros menekankan bahwa kelaparan tidak boleh dijadikan senjata.

“Kelaparan warga sipil sebagai metode perang adalah kejahatan perang yang tidak boleh ditoleransi: melakukannya dalam satu konflik berisiko melegitimasi penggunaannya dalam konflik di masa mendatang,” tambahnya.

Baca Juga :  Di Balik Gencatan Senjata, Iran Diam-Diam Siapkan Skenario Perang Berkepanjangan

Komentar ini muncul hanya dua pekan setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan Gaza telah jatuh dalam bencana kelaparan.

PBB menuding adanya “penghalang sistematis” dari pihak Israel yang membuat bantuan kemanusiaan tak bisa masuk dengan lancar.

Israel, di sisi lain, membantah tuduhan tersebut. Mereka menegaskan bahwa kekurangan pangan di Gaza merupakan “rekayasa buatan Hamas,” bukan akibat blokade yang diberlakukan.

Namun, data dari Kementerian Kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas berbicara lain. Pada Jumat lalu, mereka merilis laporan bahwa 373 orang telah tewas karena kelaparan, 134 di antaranya adalah anak-anak.

Tedros mengonfirmasi data itu dan menyebut lebih dari 300 kematian terjadi hanya dalam dua bulan terakhir.

“Orang-orang mati kelaparan sementara makanan yang seharusnya bisa menyelamatkan mereka teronggok di truk-truk yang jaraknya cukup jauh,” keluhnya.

Baca Juga :  Gempa Bumi Magnitudo 3,5 Guncang Tenggara Sukabumi

Baginya, absurditas dari tragedi ini justru terletak pada kenyataan bahwa solusi sebenarnya ada dalam jangkauan.

“Hal yang paling tidak dapat ditoleransi dari bencana buatan manusia ini adalah bahwa bencana ini bisa dihentikan sekarang juga,” tegasnya, mempertanyakan mengapa Israel membiarkan situasi terus berlarut.

Tedros juga mengingatkan bahwa penderitaan warga Gaza tidak akan membawa Israel pada rasa aman.

“Kelaparan rakyat Gaza tidak akan membuat Israel lebih aman, juga tidak akan memfasilitasi pembebasan para sandera,” ujarnya.

Di balik angka dan pernyataan diplomatis, tragedi Gaza kini menjelma menjadi potret kelaparan yang menegaskan satu hal: krisis ini bukan sekadar tentang konflik bersenjata, tetapi tentang nilai kemanusiaan yang terus diuji.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com, AFP

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel