TIMETODAY.ID, JAKARTA – Beredar kabar bahwa Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, terlibat perselisihan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Persoalan ini disebut-sebut terkait meningkatnya kekerasan yang dilakukan pemukim ilegal Yahudi terhadap warga Palestina di Tepi Barat.
Media Israel Hayom melaporkan bahwa Vance mengekspresikan kemarahannya atas vandalisme dan serangan pemukim ilegal, sekaligus mendesak Netanyahu untuk menindak pelaku.
Di mata dunia internasional dan PBB, Tepi Barat dan Yerusalem Timur diakui sebagai wilayah Palestina yang diduduki, dan pembangunan pemukiman Israel di wilayah tersebut dianggap melanggar hukum internasional.
Namun, laporan itu segera dibantah kubu Vance. “Berita tersebut sepenuhnya keliru,” ujar Taylor Van Kirk, juru bicara Vance, melalui media sosial X, Rabu (25/3/2026).
Van Kirk menegaskan bahwa pertemuan Vance dengan Netanyahu dalam sepekan terakhir hanya membahas strategi serangan bersama AS dan Israel terhadap Iran. Topik kekerasan pemukim ilegal di Tepi Barat, menurut Van Kirk, tidak pernah dibicarakan dalam pertemuan tersebut.
Sejak pecahnya perang di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, serangan pasukan Israel dan pemukim ilegal telah menewaskan 1.133 warga Palestina di Tepi Barat, dengan 11.700 lainnya mengalami luka-luka.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































