TIMETODAY.ID, BOGOR – Gelombang demonstrasi yang merebak di berbagai daerah akhir-akhir ini dinilai bukan sekadar letupan emosi massa. Bentrokan dengan aparat keamanan hanya merupakan gejala, sementara akar masalah sesungguhnya dianggap lebih serius, kegagalan sistem politik dalam menghadirkan representasi rakyat yang efektif.
Muhammad Alfadly Ridwan, Ketua Umum Forum Mahasiswa Bogor, menilai krisis saat ini lahir dari sistem politik yang stagnan. Partai politik dianggap gagal menyiapkan kader yang berintegritas dan kompeten, sehingga rakyat kehilangan wakil sejati di parlemen.
“Partai politik tidak menyiapkan kader yang berintegritas dan berkapasitas. Rakyat kehilangan wakil sejati di parlemen. Itu sebabnya keresahan meledak di jalanan,” ujar Alfadly dalam keteranganya yang diterima redaksi, Senin (1/9/2025).
Alfadly menekankan, meski demonstrasi menjadi sarana pengungkapan aspirasi, aksi mahasiswa harus tetap menjaga martabat dan ketertiban. Menurutnya, tindakan anarkis justru melemahkan suara rakyat dan memberi ruang bagi penguasa yang lalai untuk mengeksploitasi situasi.
“Aspirasi luhur rakyat jangan diturunkan menjadi sekadar keributan. Justru ketertiban membuat suara kita lebih kuat dan tak bisa diabaikan,” tambahnya.
Mahasiswa, kata Alfadly, hadir untuk menjaga kewarasan demokrasi dan memastikan aspirasi rakyat tidak terkubur dalam kekacauan. Ia menegaskan bahwa musuh utama rakyat bukanlah sesama warga, melainkan elite yang abai terhadap tanggung jawabnya.
“Pertanyaannya sederhana: apakah kita akan biarkan perbedaan menjadi racun perpecahan, atau kita jadikan bahan bakar solidaritas kebangsaan?” kata Alfadly.
Dalam pandangannya, sejarah bangsa dibangun dari persatuan dan kesadaran kolektif yang terarah, bukan dari keributan yang dimanfaatkan oleh segelintir pihak. Perubahan yang sejati, menurut Alfadly, hanya bisa lahir dari rakyat yang bergerak bersama dengan tertib.
“Perjuangan ini harus tertib. Jika kita rusak, maka martabat bangsa ikut hancur. Jangan biarkan perjuangan kita ditunggangi dan dipelintir menjadi kelemahan,” pungkasnya.





































