
TIMETODAY.ID, BOGOR – Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Wamenko Polhukam) Letjen TNI (Purn.) H. Lodewijk Freidrich Paulus menyatakan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bukti nyata dari efektivitas kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan Lodewijk saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kantor Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Kamis (7/8/2025).
“Visi misi Presiden Prabowo Subianto terutama pada delapan program cepat, dan yang berhasil paling menonjol adalah pemenuhan makan bergizi gratis,” ujar Lodewijk.
Ia menyebut keberhasilan program MBG juga diakui lembaga survei internasional yang mencatat Presiden Prabowo menempati peringkat teratas dalam tingkat popularitas global. Berdasarkan data per 25 April 2025, Prabowo memperoleh rating 81 persen, melampaui para pemimpin dari Inggris, Amerika Serikat, Italia, dan negara lainnya.
Lebih lanjut, Lodewijk menjelaskan bahwa cakupan program MBG tidak hanya ditujukan kepada anak usia sekolah, tetapi juga dimulai sejak masa kehamilan. Hal ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak.
“Mulai dari saat ibu dinyatakan hamil hingga anak memasuki jenjang sekolah, negara hadir dan bertanggung jawab melalui program makan bergizi gratis di tingkat SD, SMP, dan SMA,” jelasnya.
Saat ini, program MBG telah menjangkau lebih dari 7 juta penerima manfaat dengan dukungan 2.375 dapur SPPG yang tersebar di berbagai daerah. Program ini juga diklaim telah menyerap lebih dari 100 ribu tenaga kerja.
“MBG saat ini telah menjangkau 7,37 juta penerima manfaat. Ini suatu hal yang luar biasa,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi keberadaan dapur SPPG di Desa Cijayanti yang dinilainya berpotensi memperkuat ekonomi desa, terlebih dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih di wilayah tersebut.
“Ekosistem ekonomi di desa akan bergerak, sekaligus menyehatkan ibu dan anak-anak, baik balita maupun anak sekolah. Tujuannya juga untuk mencegah stunting,” kata Lodewijk.
Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen meningkatkan kualitas gizi anak-anak demi menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas.
“Kita memiliki komitmen untuk tidak mengambil untung karena tujuannya bukan profit. Insya Allah, ini akan meningkatkan kualitas gizi dan menghasilkan anak-anak yang sehat, kuat, dan cerdas,” pungkasnya.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































