Jadwal Tayang Film Ibadah dan Cinta Angkat Nuansa Islam Indonesia-Australia

Ibadah dan Cinta
Poster film Film Ibadah dan Cinta. Foto : YouTube KH INFOTAINMENT.

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Rumah produksi Multi Buana Kreasindo (MBK) bersama Sinemata Productions akan memulai produksi film religi terbaru berjudul Ibadah dan Cinta. Film ini dibintangi Indah Permatasari dan Achmad Megantara, serta disutradarai oleh Jastis Arimba.

Produser Rendy Gunawan mengatakan, film tersebut menggabungkan nuansa Islam Nusantara dengan budaya Islam di Australia.

Ibadah dan Cinta merupakan film religi yang akan memotret perkembangan Islam di Australia, dikombinasikan dengan budaya Islam dari Indonesia. Kami ingin menampilkan sisi lain kehidupan pesantren di Indonesia dari sudut pandang orang Barat,” ujar Rendy dikutip dari beritasatu.com

Proses pengambilan gambar direncanakan berlangsung selama 25 hari, dengan lokasi syuting di sebuah pesantren di wilayah Bogor, Indonesia, serta di kota Melbourne, Australia. Beberapa lanskap ikonik di Australia yang akan ditampilkan antara lain Grampians, Port Campbell, dan formasi batuan Twelve Apostles.

“Pemilihan Melbourne bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena suasananya mendukung cerita. Lokasi ini masih jarang dieksplorasi dalam film Indonesia,” tambah Rendy.

Aktris Indah Permatasari mengaku antusias terlibat dalam proyek ini dan menyebut pengambilan gambar di luar negeri sebagai tantangan tersendiri.

“Ini pertama kalinya saya bermain bersama Megantara. Kami perlu membangun chemistry. Tantangan terbesarnya tentu saja syuting di luar negeri, terutama karena sebagian besar penduduknya bukan muslim. Tapi saya yakin tim yang solid akan membantu kami saling mendukung,” kata Indah.

Film Ibadah dan Cinta mengisahkan Rico, pemuda keturunan Indonesia yang tumbuh di Australia dan kembali ke Indonesia untuk menemani sahabatnya. Kepulangannya membawa Rico pada pengalaman spiritual di sebuah pesantren dan pertemuan dengan Santun, seorang perempuan yang mengubah pandangannya tentang kehidupan dan Islam.

Hubungan keduanya diwarnai konflik dengan orang tua mereka yang bersikap keras. Konflik semakin dalam saat Santun didiagnosis menderita leukemia dan memutuskan menjalani pengobatan di Australia bersama Rico.

Film ini dijadwalkan tayang pada awal 2026 dan menyuguhkan pesan tentang spiritualitas, cinta, serta keberagaman budaya Indonesia dan Australia.

Editor : B. Supriyadi

Baca Juga :  Sahira Butik Hotel Gelar Senam Pound Fit, Cek Biaya dan Cara Pendaftarannya!

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel