
TIMETODAY.ID — Jagat media sosial Indonesia tiba-tiba diramaikan oleh serbuan komentar netizen Brasil. Mereka berbondong-bondong memenuhi kolom komentar akun Instagram Presiden RI Prabowo Subianto, baik di akun resmi @prabowo maupun @presidenrepublikindonesia.
Tujuan mereka satu: mendesak penyelamatan seorang pendaki asal Brasil bernama Juliana yang jatuh di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Juliana, perempuan 27 tahun itu, dilaporkan terjatuh saat mendaki jalur menuju puncak Gunung Rinjani, tepatnya di sekitar Cemara Nunggal, pada Sabtu (21/6/2025) sekitar pukul 06.30 Wita. Drama penyelamatan pun berlangsung menegangkan. Pada pencarian hari ketiga, Senin (23/6/2025), tim SAR gabungan berhasil mendeteksi keberadaan Juliana menggunakan drone thermal.
“Pukul 06.30 Wita, korban berhasil terpantau menggunakan drone, dalam posisi tersangkut di tebing batu pada kedalaman sekitar 500 meter dan secara visual dalam keadaan tidak bergerak,” ungkap Yarman, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), dalam keterangan resminya mengutip dari kompas.com.
Sementara di dunia maya, ribuan komentar mengalir di unggahan Prabowo yang kala itu memuat potongan pidatonya dalam St. Petersburg International Economic Forum pada 19 Juni 2025. Komentar penuh harap dan cemas membanjiri postingan tersebut.
“SOS Juliana ??,” tulis @arianem******* singkat namun sarat makna.
“Are there helicopters in your country? What authorities are waiting for? Please help Juliana ??,” desak @thais.*******
“WHERE IS JULIANA? Why are you lying about her rescue??? She needs help!!!! SOS ??,” tulis @caroli******* penuh emosi.
“PRESIDENT, PLEASE! SAVE JULIANA! WE WANT ANSWERS! SAVE JULIANA! ??,” tambah @eukami*******.
Tak hanya satu-dua, komentar dengan nada serupa membanjiri postingan hingga menembus angka lebih dari 11.000 komentar. Sebagian netizen Indonesia pun ikut terlibat, ada yang mencoba menjelaskan situasi, ada pula yang merespons protes tersebut.
Di lapangan, proses penyelamatan Juliana bukan tanpa hambatan. Dua personel penyelamat telah diturunkan untuk mencoba menjangkau titik korban.
Namun, medan Rinjani yang terjal dan dipenuhi overhang atau tonjolan batu besar membuat pemasangan jangkar (anchor) tambahan di kedalaman 350 meter tidak memungkinkan.
“Tim rescue harus melakukan climbing untuk bisa menjangkau korban,” jelas Yarman. Demi keselamatan tim, mereka terpaksa ditarik mundur ke posisi aman sambil mencari opsi evakuasi lain.
Sementara itu, warganet Brasil terus menunggu jawaban dan aksi nyata dari otoritas Indonesia. Di saat yang sama, upaya penyelamatan Juliana masih terus diupayakan di medan yang terkenal menantang itu. Dunia seakan menahan napas, berharap kabar baik segera datang dari lereng Rinjani.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































