MUI Kabupaten Bogor Tegaskan Perilaku LGBT Bertentangan dengan Ajaran Islam

TIMETODAY.ID – BOGOR – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor menegaskan bahwa perilaku LGBT bertentangan dengan ajaran Islam dan harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah.

Pernyataan ini disampaikan menyusul penggerebekan pesta komunitas LGBT yang digelar di salah satu vila di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, Minggu (22/6/2025) dini hari.

Ketua MUI Kabupaten Bogor, Ahmad Mukri Aji, menyebut perilaku LGBT tidak hanya menyimpang dari norma agama, tetapi juga dapat merusak tatanan sosial masyarakat jika tidak ditangani secara serius.

Advertisement

“Sejak 2014 lalu, MUI sudah mengeluarkan fatwa haramnya LGBT, seperti tertuang dalam Fatwa Nomor 57 Tahun 2014. Terdapat sepuluh ketentuan hukum yang tertulis dalam fatwa tersebut,” ujar, Selasa (24/6/2025).

Baca Juga :  SPAM Katulampa Cibanon Sudah Dilengkapi Teknologi Komputerisasi

Ia menyebutkan tiga poin utama dalam fatwa tersebut, yakni: pertama, hubungan seksual hanya dibolehkan dalam ikatan pernikahan sah antara laki-laki dan perempuan; kedua, orientasi seksual sesama jenis merupakan penyimpangan yang harus diluruskan; dan ketiga, perilaku homoseksual termasuk lesbian dan gay dinilai sebagai bentuk kejahatan (jarimah) dalam pandangan Islam.

“Perilaku homoseksual jelas tidak sejalan dengan tujuan syariat, yakni menjaga keturunan (hifdzun nasl). Ini menjadi keprihatinan kita semua,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bogor, Irfan Awaludin, turut mengapresiasi langkah kepolisian yang bergerak cepat membubarkan kegiatan tersebut dan menindak para pelakunya. Namun, ia menekankan bahwa penegakan hukum saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan ini.

Baca Juga :  Detik-detik Truk Terguling Usai Pecah Ban di Tol Jagorawi

“Pemerintah perlu turun tangan untuk memperkuat spiritualitas masyarakat. Salah satunya dengan memperkuat kolaborasi dan sinergi bersama para tokoh dan lembaga agama,” kata Irfan.

Menurut Irfan, pendekatan spiritual memiliki peran penting sebagai benteng moral masyarakat dari perilaku menyimpang seperti seks bebas, narkoba, judi online, hingga LGBT.

“Kalau ada pohon daunnya kering, yang ditangani bukan daunnya, tapi akarnya. Siapa tahu akarnya bermasalah. Strateginya adalah bagaimana cara merangsang akar itu hidup kembali. Yang akan menyebabkan daun dan batang tumbuh subur seperti yang diharapkan,” tuntasnya.

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel