
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemkot Bogor menargetkan penurunan kabel udara di delapan ruas jalan sepanjang 16 kilometer pada tahun 2025. Penataan ini merupakan bagian dari upaya menata jaringan utilitas publik dan memperindah wajah kota.
“Seluruh jaringan utilitas publik, terutama kabel udara, akan kita turunkan ke bawah. Penurunan kabel ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Kota Bogor dengan Apjatel (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi,” beber Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Minggu (1/6/2025).
Dedie menjelaskan, program ini telah dimulai sejak 2023 dengan penurunan kabel sepanjang tiga kilometer, dilanjutkan delapan kilometer pada 2024, dan ditingkatkan menjadi 16 kilometer pada 2025.
“Kalau ini berjalan dengan baik, tentu Kota Bogor akan semakin indah. Namun pekerjaan rumah kita masih banyak, karena total jaringan kabel di seluruh Kota Bogor mencapai sekitar 102 kilometer,” tambahnya.
Selain memperhatikan estetika kota, Dedie menyampaikan pentingnya aspek keselamatan dalam pelaksanaan proyek, terutama terkait pengelolaan tanah galian. Menurut Dedie, seharusnya tanah galian itu dimasukkan ke dalam karung, bukan dibiarkan berserakan, terlebih lokasi galian itu berada di jalur Sistem Satu Arah (SSA)
“Banyak yang bertanya-tanya karena kondisi terlihat berantakan. Maka hari ini saya turun langsung bersama Komisi I DPRD dan Dinas PUPR untuk memastikan pengerjaan lebih tertata,” tegasnya.
Dedie juga menyebut Bogor sebagai salah satu kota pertama di Indonesia yang serius bekerja sama dengan Apjatel untuk mengatasi persoalan kabel udara.
“Kita ingin menjadi percontohan, karena kondisi sebelumnya sangat memprihatinkan, kabel menumpuk, tiang berdiri berjejal, dan terlihat kumuh. Mudah-mudahan ini menjadi solusi jangka panjang,” tutupnya.
Di lokasi yang sama, Anggota DPRD Kota Bogor Fajar Muhammad Nur mengapresiasi langkah cepat Pemkot Bogor dalam merespons laporan masyarakat terkait proyek tersebut.
“Saya cek langsung ke lapangan dan memang ada beberapa masalah teknis. Kami langsung berkoordinasi dengan Wali Kota dan alhamdulillah ditindaklanjuti dengan memanggil semua pihak terkait, baik dari dinas, Apjatel, maupun kontraktor,” ujarnya.
Fajar menambahkan, keselamatan kerja dan kenyamanan masyarakat harus tetap menjadi prioritas, terlebih proyek berlangsung di kawasan strategis seperti Sempur.
“Diperlukan trik-trik teknis dari para pelaksana agar pekerjaan berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat. Kami dari DPRD juga terus bersinergi dengan Pemkot untuk mensosialisasikan program ini,” tuntasnya.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































