Serangan Udara Israel Hantam Gaza Utara, Banyak Korban Sipil Termasuk Anak-anak

gaza
ilustrasi (AFP)

TIMETODAY.ID — Israel meningkatkan intensitas serangannya ke Gaza di tengah kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Timur Tengah. Serangan udara Israel ini menewaskan sekitar 80 warga Palestina.

Menurut laporan Reuters, Kamis (15/5/2025), sebagian besar korban yang meninggal adalah wanita dan anak-anak yang menjadi sasaran serangan udara Israel di wilayah Jabalia, Gaza utara.

Militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru bagi penduduk di beberapa distrik di Kota Gaza, yang memaksa ribuan warga Palestina meninggalkan tempat perlindungan mereka.

Advertisement

Area yang diperintahkan untuk dievakuasi meliputi beberapa sekolah dan Rumah Sakit Shifa, fasilitas kesehatan terbesar di Gaza, sebagaimana terlihat dari peta yang dirilis oleh militer Israel.

Saksi mata dan petugas medis melaporkan bahwa tak lama setelah perintah evakuasi itu keluar, pesawat Israel melancarkan serangkaian serangan udara di berbagai lokasi di Kota Gaza.

Baca Juga :  Hamas Tolak Perlucutan Senjata di Tengah Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza

Kementerian kesehatan menyatakan, “Beberapa korban masih berada di jalan dan di bawah reruntuhan tempat tim penyelamat dan darurat sipil tidak dapat menjangkau (mereka).”

Hingga saat ini militer Israel belum memberikan komentar langsung, namun mereka menyatakan sedang memverifikasi laporan terkait korban tersebut.

Rekaman dari Reuters memperlihatkan warga yang kembali ke reruntuhan rumah mereka, mencoba mencari barang berharga dan dokumen di antara puing-puing.

Hadi Moqbel, yang kehilangan anggota keluarganya dalam serangan di Jabalia, mengatakan, “Mereka menembakkan dua roket, mereka memberi tahu kami bahwa rumah Moqbel (telah terkena serangan).” Ia menambahkan, “Kami berlari, kami melihat potongan-potongan tubuh di tanah, anak-anak terbunuh, wanita itu terbunuh dan seorang bayi terbunuh – kepalanya meledak seperti bunga. Dia berusia dua bulan.”

Laporan media Israel pada Rabu (14/5) mengutip pejabat keamanan yang meyakini pemimpin militer Hamas Mohammad Sinwar dan beberapa pejabat senior lainnya tewas dalam serangan pada Selasa. Serangan itu menyasar bunker komando dan pusat kendali di bawah Rumah Sakit Eropa di kota Khan Younis, Gaza selatan.

Baca Juga :  Rekam Jejak Salwan Momika, Pembakar Al-Qur’an yang Tewas dengan Luka Tembak di Swedia

Sebelumnya, militer Israel meminta warga di Gaza untuk mengungsi, memperingatkan akan melancarkan serangan besar di kawasan tersebut.

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mengatakan, “Kepada penduduk Jalur Gaza yang berada di (bagian) daerah lingkungan Al-Rimal… Karena eksploitasi Hamas terhadap wilayah sipil untuk kegiatan teroris… (militer) Israel akan menyerang wilayah tersebut dengan kekuatan besar.”

Ia menambahkan, “Demi keselamatan Anda, Anda disarankan untuk mengungsi dari wilayah tersebut.”***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel