
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmen Indonesia dalam mempercepat transformasi ekonomi hijau melalui kerja sama strategis dengan Jepang. Hal ini disampaikan dalam Forum Bisnis Bank Indonesia bertajuk “Sustainable Growth through Connectivity: Unlocking Indonesia’s Green Investment Opportunities”, yang digelar, Senin (12/5/2025).
Melansir beritasatu.com, Rabu (14/5/2025), Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan transformasi ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan membutuhkan sinergi antar sektor, termasuk penguatan ekosistem keuangan hijau, sistem pembayaran digital yang inklusif, dan pemberdayaan UMKM.
“Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan yang kuat adalah fondasi penting bagi keberhasilan transformasi struktural,” ujar Destry.
Forum tersebut menghasilkan penandatanganan Letter of Intent (LoI) oleh sejumlah investor Jepang untuk mendukung proyek-proyek investasi hijau dan berkelanjutan di Indonesia. Terdapat 10 proyek unggulan yang disepakati, di antaranya:
-
Bogor Tramway Project oleh Kishu Tetsudo Co, Ltd.
-
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Apung oleh TEPCO Renewable Power Inc, Morimitsu Industry Co, Ltd, dan ExBROAD Co, Ltd.
-
Budidaya Bandeng Terintegrasi oleh Make Moment Production.
-
Pengelolaan Limbah dan RDF Fuel Project oleh Takashima Eisei Co, Ltd.
Duta Besar Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi menyampaikan bahwa kerja sama strategis antara Indonesia dan Jepang semakin erat, terutama dalam pengembangan sektor hijau dan hilirisasi industri.
“Forum ini menunjukkan keseriusan dua negara dalam membangun kerja sama lintas sektor yang saling menguntungkan,” katanya.
Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Imam Soejoedi, mengatakan pemerintah mendorong investasi dalam hilirisasi industri dan energi terbarukan.
“Kami mengajak Jepang menjadi mitra dalam transformasi industri hijau dan pengolahan mineral,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Paviliun Indonesia Rosy Wediawaty menyatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam World Expo 2025 Osaka menjadi sarana penting untuk diplomasi investasi hijau.
“Paviliun Indonesia menjadi ruang nyata kemitraan hijau Indonesia-Jepang,” ucapnya.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































