MPR RI Dorong Pembentukan Koperasi Merah Putih di Kota Bogor

Koperasi Merah Putih
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno didampingi Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait pembentukan koperasi merah putih, Senin (12/5/2025). Foto: timetoday.id

TIMETODAY.ID, BOGOR – Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mendorong percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan Kota Bogor. Program ini ditargetkan rampung pada awal Juni 2025 dan melibatkan berbagai elemen masyarakat serta pemerintah daerah.

“Koperasi Kelurahan Merah Putih progresnya sudah cukup besar, dan targetnya awal bulan Juni seluruh kelurahan sudah memiliki koperasi,” katanya, di Bogor, Senin (12/5/2025).

Menurut politisi PAN itu, koperasi ini akan menampung seluruh unsur masyarakat dengan tujuan memberdayakan usaha ekonomi di tingkat kelurahan. Dengan demikian, ia menegaskan bahwa dana yang disediakan bukan merupakan hibah, melainkan dana bergulir yang harus dikelola secara profesional oleh koperasi.

“Ini bukan uang gratis dari pemerintah kepada kelurahan. Dana ini digunakan untuk memutar usaha dan harus dicicil kembali oleh koperasi. Bidang usaha yang digarap akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kompetensi masing-masing kelurahan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa anggaran yang disiapkan dari pemerintah pusat berkisar antara Rp3 hingga Rp5 miliar per koperasi, tergantung pada skala dan jenis usaha yang dijalankan.

“Besaran anggaran tentu disesuaikan. Tidak semuanya akan dapat Rp5 miliar. Ada yang mungkin hanya butuh Rp1 miliar, tergantung usulan dan kebutuhan di lapangan,” tambahnya.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menambahkan, dari sekitar 600 koperasi yang terdata di Kota Bogor, hanya 68 yang merupakan koperasi pembiayaan ekonomi kelurahan. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 6 yang aktif.

“Koperasi yang mati atau tidak aktif tidak serta-merta kita hidupkan kembali. Kita harus selektif. Harus ada usaha yang visible, yang menghasilkan, karena dana ini bentuknya pinjaman, bukan hadiah,” ujar Dedie.

Ia menekankan pentingnya perencanaan usaha yang matang. Beberapa bidang usaha potensial di Kota Bogor mencakup logistik, klinik, koperasi penitipan anak, hingga usaha jasa lainnya yang sesuai dengan karakteristik wilayah kota.

Dedie juga meminta para lurah melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam pembentukan koperasi.

“Lurah harus melibatkan tokoh masyarakat, anak muda, kaum marginal, PKK, dan LPM. Yang penting mereka mau bekerja. Ini bukan proyek asal-asalan, tapi harus dibalas dengan kerja keras agar koperasi benar-benar menyejahterakan anggotanya,” tandasnya.

Editor; B. Supriyadi

Baca Juga :  Pemkab Bogor Raih Apresiasi atas Implementasi Koperasi Merah Putih

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel