TIMETODAY.ID — Isu panas mengguncang dunia teknologi: Tesla dikabarkan tengah mencari pengganti Elon Musk sebagai CEO. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal (WSJ), dan langsung membuat heboh jagat bisnis global. Namun, tak butuh waktu lama bagi Tesla untuk mengeluarkan bantahan keras.
Lewat pernyataan resmi yang di kutip dari CNN, Chairman Tesla Robyn Denholm menegaskan bahwa laporan WSJ tidak berdasar dan menyebut dewan tetap percaya pada kepemimpinan Musk.
Musk ‘Ditendang’? Tesla Bilang Tidak
Laporan WSJ menyebut bahwa pada Maret 2025 lalu, dewan Tesla disebut-sebut menghubungi perusahaan perekrutan eksekutif untuk mencari calon CEO baru. Namun, Denholm segera menepis klaim tersebut.
“Dewan direksi sangat percaya pada kemampuan Elon untuk menjalankan dan mengembangkan Tesla di masa mendatang,” tulis Denholm dalam akun resmi perusahaan.
Musk sendiri mengecam laporan WSJ dengan nada tajam. Ia menyebut berita itu sebagai “pelanggaran etika yang sangat buruk.” Musk menegaskan WSJ telah menerbitkan berita palsu dan mengabaikan bantahan yang sudah diberikan sebelumnya.
Sebagai respons, WSJ pun memberi klarifikasi: “Tesla diberi kesempatan untuk memberikan pernyataan sebelum publikasi, namun mereka tidak melakukannya,” kata juru bicara mereka.
Fokus Terbagi, Saham Terjun
Isu ini muncul di tengah kondisi goyah yang tengah dialami Tesla. Dalam beberapa bulan terakhir, fokus Musk terbagi lantaran dirinya aktif di pemerintahan AS sebagai pemimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), sebuah lembaga baru yang dibentuk Gedung Putih.
Akibatnya, harga saham Tesla sempat anjlok hingga 45% sepanjang tahun ini sebelum sedikit pulih. Laporan kuartal pertama pun tak menggembirakan: penjualan dan laba turun drastis, dengan penurunan laba mencapai 71%.
Kembali ke Tesla, Akhiri Masa Pemerintahan
Kini, Musk menyatakan dirinya akan segera mengakhiri perannya di DOGE dan kembali fokus penuh ke Tesla. Pernyataan ini disambut positif oleh para pengamat dan investor.
“Situasi Musk di DOGE sudah mencapai titik kritis, tapi kini Dewan dan Musk berada di jalur yang lebih stabil,” ujar analis Wedbush, Dan Ives.
Bahkan, dalam rapat kabinet terakhir, Presiden Donald Trump menyampaikan terima kasih secara langsung kepada Musk atas dedikasinya selama menjabat di pemerintahan.
“Anda telah menjadi bantuan luar biasa. Meski diperlakukan tidak adil, masyarakat menghargai Anda,” ujar Trump.
Musk dan Tesla: Babak Baru Dimulai?
Drama ini menjadi babak terbaru dalam kisah Elon Musk dan Tesla—sebuah hubungan kompleks antara inovasi, kontroversi, dan kepercayaan publik. Meski sempat terguncang, langkah Musk untuk kembali fokus ke perusahaan bisa menjadi titik balik penting.
Pertanyaannya sekarang: akankah Tesla benar-benar kembali stabil di tangan Musk? Atau benih perpecahan di dalam dewan mulai tumbuh diam-diam?
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel







































