Momen Langka: NASA Tangkap Fenomena Okultasi Uranus setelah Hampir 30 Tahun

nasa
Planet Uranus (foto: dok. NASA)

TIMETODAY.ID — Pada malam 7 April 2025, di langit Barat Amerika Utara, sebuah momen antariksa langka terjadi — dan NASA tidak menyia-nyiakannya. Untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade, planet Uranus melintas tepat di antara Bumi dan Matahari, menciptakan fenomena yang dikenal sebagai okultasi bintang.

Selama satu jam yang berharga itu, para ilmuwan berhasil merekam data penting yang diharapkan akan membuka lebih banyak rahasia tentang planet gas raksasa tersebut.

Okultasi bintang terjadi saat sebuah objek besar, seperti planet atau bulan, menghalangi cahaya bintang dari pandangan di Bumi. Kali ini, giliran Uranus mengambil peran itu. Momen ini tidak hanya langka  terakhir terjadi pada 1996  tetapi juga sangat berharga untuk studi atmosfer planet jauh itu.

Advertisement

“Ini adalah pertama kalinya kami berkolaborasi dalam skala ini untuk okultasi,” kata William Saunders, ilmuwan planet NASA, dikutip dari blog resmi lembaga tersebut.

Baca Juga :  Siswi SMKN Muhammadiyah 4 Cileungsi Dapat Beasiswa ke Jepang

“Dengan mengamati okultasi dari banyak teleskop besar, kami dapat mengukur kurva cahaya dan menentukan sifat atmosfer Uranus.”

Untuk menyambut momen berharga ini, NASA membentuk tim internasional khusus yang beranggotakan 30 astronom. Dipimpin oleh para ilmuwan dari Langley Research Center di Virginia, mereka mengandalkan kekuatan 18 observatorium untuk mengumpulkan data sebanyak mungkin dalam jendela waktu yang sangat singkat itu.

Ketika Uranus perlahan melintas di depan bintang, atmosfer planet itu membiaskan cahaya yang datang, menciptakan efek peredupan sebelum akhirnya bintang tersebut sepenuhnya tertutupi.

Proses ini memberikan para ilmuwan kesempatan untuk mempelajari karakteristik atmosfer Uranus, termasuk suhu dan komposisi stratosfernya data yang sangat berharga mengingat sedikitnya misi eksplorasi ke planet tersebut.

Bagi para astronom, ini adalah kesempatan langka untuk membandingkan kondisi Uranus hari ini dengan data yang diperoleh hampir 30 tahun lalu, saat okultasi serupa terjadi. Dengan membandingkan dua set data ini, para ilmuwan berharap bisa memahami perubahan atmosfer Uranus dari waktu ke waktu, dan menyusun peta jalan baru untuk misi eksplorasi di masa depan.

Baca Juga :  23 Kampus Terbaik untuk Beasiswa LPDP 2025, Ada IPB University

Meskipun peristiwa pada April ini berlangsung cepat, kesempatan untuk mengamati Uranus tidak berhenti di sini. Dalam enam tahun ke depan, planet es raksasa ini dijadwalkan menutupi beberapa bintang redup lainnya, memberikan peluang tambahan bagi para peneliti untuk mengungkap lebih banyak misteri sebelum puncaknya pada 2031.

Bagi dunia astronomi, setiap momen singkat ini bukan hanya soal mengamati, tetapi tentang menulis ulang apa yang kita ketahui tentang dunia jauh di pinggiran Tata Surya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel