TIMETODAY.ID — Sunscreen atau tabir surya bukan sekadar pelengkap perawatan kulit, tetapi tameng utama dalam melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya. Sinar UV terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu UVA yang menyebabkan penuaan dini dan UVB yang berisiko menyebabkan sunburn hingga kanker kulit.
Namun, meskipun sudah banyak yang menyadari pentingnya sunscreen, masih banyak yang abai dalam mengaplikasikan ulang setiap dua jam. Padahal, kebiasaan ini sangat berpengaruh pada efektivitas perlindungan kulit dari sinar matahari.
Apa yang Terjadi Jika Tidak Reapply Sunscreen?
Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan adalah tidak mengoleskan ulang sunscreen setelah beberapa jam. Faktanya, setelah sekitar dua jam, perlindungan dari sunscreen mulai berkurang, terutama akibat keringat, gesekan pakaian, serta paparan air saat berenang atau beraktivitas di luar ruangan.
Akibatnya, kulit menjadi lebih rentan terhadap dampak negatif sinar UV. Melansir dari Kompas, salah satu konsekuensi paling umum adalah sunburn, yang ditandai dengan kulit terasa panas, memerah, dan mengelupas.
Lebih dari itu, paparan sinar UV yang terus-menerus dapat merusak struktur sel kulit dan mempercepat penuaan dini. Kulit yang tidak terlindungi akan lebih cepat kehilangan elastisitasnya, menjadi kering, muncul garis halus, hingga mengalami hiperpigmentasi atau bintik hitam yang sulit dihilangkan.
Bahaya Kanker Kulit Jika Sunscreen Tidak Digunakan Secara Teratur
Selain penuaan dini, risiko yang lebih serius dari paparan sinar UV tanpa perlindungan adalah kanker kulit. Radiasi UV dapat memicu mutasi sel yang menyebabkan pertumbuhan sel kulit abnormal, seperti melanoma, jenis kanker kulit yang paling agresif.
Menurut penelitian, seseorang yang mengalami sunburn lebih dari lima kali memiliki risiko dua kali lipat lebih tinggi terkena melanoma. Oleh karena itu, penggunaan sunscreen secara rutin dan reapply setiap dua jam sangat penting dalam mencegah risiko ini.
Kapan Harus Mengaplikasikan Ulang Sunscreen?
Untuk memastikan perlindungan tetap maksimal, sunscreen harus diaplikasikan kembali setiap dua jam sekali. Beberapa kondisi yang memerlukan reapply lebih sering antara lain:
- Setelah berenang atau terkena air
- Setelah berkeringat berlebihan
- Setelah mengusap wajah atau tubuh dengan handuk
Jika menggunakan sunscreen berbentuk krim atau gel, pastikan untuk mengoleskannya secara merata di seluruh bagian tubuh yang terpapar matahari. Sedangkan untuk sunscreen berbentuk spray, semprotkan secara menyeluruh dengan jarak yang sesuai agar perlindungan merata.
Meskipun beberapa produk mengklaim memiliki ketahanan air (water-resistant), tetap disarankan untuk reapply setelah aktivitas yang melibatkan air atau keringat.
Pilih Sunscreen dengan SPF yang Tepat
Selain frekuensi penggunaan, pemilihan SPF (Sun Protection Factor) juga memainkan peran penting dalam perlindungan kulit. SPF menunjukkan seberapa lama kulit bisa terlindungi dari efek buruk sinar UVB sebelum mengalami sunburn.
Untuk iklim tropis seperti di Indonesia, direkomendasikan menggunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 hingga 50. Semakin tinggi SPF, semakin lama perlindungan yang diberikan, tetapi tetap harus diingat bahwa sunscreen harus dioleskan ulang secara berkala agar tetap efektif.
Kesimpulan: Jangan Tunda untuk Melindungi Kulit!
Melindungi kulit dari bahaya sinar matahari bukan hanya soal mencegah sunburn dalam jangka pendek, tetapi juga investasi untuk kesehatan kulit jangka panjang. Dengan membiasakan diri menggunakan dan mengaplikasikan ulang sunscreen setiap dua jam, serta memilih produk dengan SPF yang tepat, risiko penuaan dini dan kanker kulit dapat diminimalisir.
Jangan tunggu sampai kulit menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Mulailah sekarang untuk menjaga kesehatan kulit agar tetap terlindungi, sehat, dan bercahaya di masa depan!
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































