TIMETODAY.ID — Di balik barisan Pegunungan Muria yang memeluk Kabupaten Jepara, tersembunyi sebuah desa kecil bernama Desa Tempur. Letaknya di Kecamatan Keling, sekitar 50 kilometer dari pusat kota Jepara, desa ini nyaris tak tersentuh keramaian kota.
Tapi justru itulah pesonanya. Suasana yang sunyi, udara pegunungan yang sejuk, serta pemandangan yang serba hijau menjadikannya tempat pelarian sempurna dari hiruk pikuk dunia.
Desa yang Dikepung Gunung
Desa Tempur dijuluki sebagai “desa tersembunyi” — dan bukan tanpa alasan. Dikelilingi oleh pegunungan dari segala arah, desa ini seperti dunia kecil yang berdiri sendiri.
Dari pagi hingga senja, alam seolah menari di mata para pengunjung: hamparan sawah hijau membentang, aliran sungai mengalun jernih, dan embusan angin membawa harum tanah dan dedaunan.
Air sungainya langsung berasal dari mata air Pegunungan Muria — begitu bersih dan menyegarkan, seakan membawa ketenangan setiap kali disentuh.
Bukit Bejagan: Tempat Para Pencari Cahaya dan Keindahan
Salah satu spot paling populer di Desa Tempur adalah Bukit Bejagan. Tempat ini menjadi favorit wisatawan dan fotografer karena menyuguhkan lanskap perbukitan dari segala sisi.
Pemandangan matahari terbit dan terbenam di sini begitu memukau, menjadikan Bukit Bejagan sebagai destinasi Instagramable yang wajib dikunjungi. Tak hanya berfoto, pengunjung juga bisa menikmati momen sunyi bersama alam — merenung, menulis, atau sekadar duduk menghirup udara bersih.
Kopi Tempur: Cita Rasa Eksklusif dari Lereng Muria
Desa ini bukan hanya soal pemandangan. Tempur juga dikenal sebagai sentra kopi organik di Jepara. Warga desa, yang mayoritas berprofesi sebagai petani kopi, merawat tanaman robusta dan arabika dengan teknik alami tanpa bahan kimia. Sejak 2019, mereka bahkan mulai mengupayakan sertifikasi organik demi menjaga kualitas dan daya saing.
Tak heran jika Kopi Tempur kini menembus pasar nasional hingga ekspor. Aromanya khas, rasanya pekat namun lembut — menyajikan secangkir cerita dari tanah yang subur dan tangan-tangan yang sabar.
Sambil menyesap kopi, wisatawan bisa berbincang langsung dengan petani dan melihat proses pengolahannya. Sebuah pengalaman yang menyatukan wisata dan edukasi.
Air Terjun dan Sungai yang Menyegarkan Jiwa
Jika Anda mencari petualangan yang lebih basah, Air Terjun Kemresek adalah tempat yang tak boleh dilewatkan. Terletak di balik semak dan jalan setapak, air terjun ini menyuguhkan ketenangan yang sulit ditemukan di kota. Sementara itu, aliran Kalli Ombo juga menawarkan kesegaran alami — tempat yang cocok untuk berendam atau sekadar mencelupkan kaki di air dingin pegunungan.
Sajian Lokal dan Salak Manis dari Desa
Selain kopi, Desa Tempur juga menggoda lidah dengan beragam kuliner tradisional. Pengunjung bisa mencicipi olahan sayur segar dari kebun lokal, lauk khas desa, hingga buah salak yang menjadi salah satu produk unggulan. Rasanya manis, segar, dan pastinya mengandung cerita dari tanah subur yang menumbuhkannya.
Perjalanan Menuju Kedamaian
Perjalanan menuju Desa Tempur memang butuh usaha — sekitar 1,5 jam dari pusat Kota Jepara, melewati jalan berliku yang menyuguhkan pemandangan alami. Tapi sesampainya di sana, semua lelah akan terbayar lunas. Setiap sudut desa ini menawarkan kehangatan dan kesejukan — baik dari alam maupun warganya.
Desa Tempur bukan sekadar tempat wisata. Ia adalah pengingat bahwa kesederhanaan dan keaslian alam bisa menjadi kemewahan yang sesungguhnya. Bagi Anda yang ingin mengisi ulang energi dan merasakan sentuhan damai dari alam, Tempur adalah tempat yang layak dituju.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































