Huawei Mate XT: HP Lipat Tiga Pertama di Dunia yang Laku Keras Meski Super Mahal

Foto: Ponsel pintar tiga lipat baru Huawei, Mate XT, terlihat dipajang dalam wadah kaca di toko utama Huawei di Beijing, China, 10 September 2024. (REUTERS/Florence Lo)

TIMETODAY.ID — Di tengah persaingan panas industri smartphone global, Huawei tampil mengejutkan dunia. Pada September 2024 lalu tepat saat Apple sibuk dengan peluncuran seri iPhone 16 raksasa teknologi asal China ini justru mencuri sorotan dengan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya: ponsel lipat tiga.

Ya, Huawei Mate XT menjadi HP tri-fold komersial pertama di dunia. Inovasi ini langsung disebut sebagai “kemenangan simbolik” bagi Huawei oleh sejumlah analis, mengingat perusahaan ini masih harus berjuang menghadapi sanksi dagang dan blokade teknologi dari Amerika Serikat.

Di saat Apple belum juga merilis HP lipat pertamanya, Huawei justru selangkah lebih maju dengan layar fleksibel yang bisa dilipat hingga tiga bagian. Langkah yang berani? Tentu saja.

Advertisement

Apalagi, mereka juga berani mematok harga tinggi, yakni 3.499 euro atau sekitar Rp66 jutaan. Bukan angka main-main, terutama di tengah situasi ekonomi global yang sedang tidak pasti.

Baca Juga :  Deretan Produk Baru Apple yang Dirumorkan Rilis Oktober 2025

Tapi Huawei seolah tak gentar. Dan tampaknya, keputusan ini tak sia-sia.

Mengutip laporan GSMArena pada Jumat (11/4/2025), sebanyak 400.000 unit Mate XT dikabarkan telah terjual habis sebuah angka yang, meski belum bisa menandingi penjualan HP lipat mainstream lainnya, tetap luar biasa untuk produk baru dengan harga super premium.

Untuk banyak orang, 400.000 mungkin bukan angka yang mencengangkan. Tapi dalam dunia teknologi, di mana produk eksperimental sering kali jadi korban pasar, pencapaian ini membuktikan bahwa ada pasar yang haus akan inovasi radikal dan bersedia membayar mahal untuk itu.

Baca Juga :  Apple Watch Lawas Tak Dapat Fitur Baru watchOS 27, Berikut Daftarnya

Mate XT sendiri mulai tersedia secara global sejak Februari 2025. Namun, banyak pihak memprediksi bahwa performanya di luar China tidak akan semoncer di pasar dalam negeri. Dua faktor utama jadi penghambat: tidak adanya layanan Google dan harga yang lebih tinggi untuk pasar global.

Namun begitu, Huawei telah membuka pintu baru dalam desain ponsel pintar. Mereka tidak hanya memperkenalkan perangkat, tapi memantik kembali semangat eksperimentasi di industri yang dalam beberapa tahun terakhir terasa stagnan.

Apakah HP lipat tiga akan menjadi tren masa depan atau sekadar loncatan eksperimental? Masih terlalu dini untuk menilai. Tapi satu hal jelas Huawei sudah menyalakan api pertamanya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel