TIMETODAY.ID, BOGOR – Beredar pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp yang menyebut gempa Bogor yang terjadi Kamis (10/4/2025) pukul 21:16:13 WIB dipicu oleh aktivitas gunung gede dan gunung salak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah informasi tersebut.
“Informasi yang menyebutkan gempa itu akibat erupsi Gunung Gede dan Salak adalah hoaks alias kabar bohong dan tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dikonfirmasi timetoday.id, Jumat (11/4).
Menurut Daryono, hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanik kedua gunung tersebut.
“Berdasarkan analisis kami, itu tidak ada hubungannya. Dampak tektonik ini tidak berhubungan dengan aktivitas sesar aktif yang melintas di Kota Bogor,” jelasnya.
Daryono juga menambahkan bahwa wilayah Bogor dan sekitarnya memang tergolong kawasan rawan bencana.
“Secara tektonik, Bogor itu kawasan yang kompleks. Di situ ada gunung api, sesar aktif, dan memang lebih rentan terhadap gempa, longsor, banjir bandang, dan lain-lain,” jelasnya.
Daryono mengimbau masyarakat untuk tetap waspada pasca gempa bumi yang mengguncang wilayah Bogor.
Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya masih terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut.
“Ini masih kita monitor. Kita belum tahu apakah gempa susulan sudah selesai. Sejauh ini tercatat empat kali gempa susulan,” tuntas Daryono. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































