TikTok Masih Terancam Dilarang, Trump: “Kesepakatan dengan Investor Kaya Masih Berjalan”

TikTok
Foto: TikTok. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

TIMETODAY.ID  — Di tengah berbagai isu global yang membebani hubungan China dan Amerika Serikat, satu nama kembali memantik percakapan panas: TikTok.

Presiden Donald Trump, yang pernah menjadikan aplikasi video pendek itu sebagai simbol pertarungan antara keamanan nasional dan pengaruh asing, kembali menegaskan sikapnya. Dalam suasana yang tak asing Ruang Oval, tempat ia kerap melontarkan pernyataan-pernyataan besar Trump berbicara kepada para jurnalis dengan keyakinan penuh.

“Kami memiliki kesepakatan dengan sejumlah orang yang sangat baik, sejumlah perusahaan yang sangat kaya yang akan melakukan pekerjaan yang hebat dengan kesepakatan itu, tetapi kami harus menunggu dan melihat apa yang akan terjadi dengan China,” ucapnya mengutip dari Reuters.

Advertisement

“Itu sudah ada di atas meja, sangat mungkin.”

Pernyataan itu datang hanya beberapa hari setelah dirinya memperpanjang tenggat waktu bagi ByteDance induk perusahaan TikTok asal China untuk melepas kepemilikan aset mereka di Amerika Serikat. Jika tidak, larangan resmi akan diberlakukan pada 19 Juni mendatang.

Ini bukan kali pertama Trump memberi kelonggaran. Larangan sempat dijadwalkan berlaku sejak Januari, namun urung diterapkan. Kini, dengan waktu yang semakin sempit, pertanyaan besar pun muncul: akankah TikTok benar-benar dipisahkan dari China?

Baca Juga :  Insiden Penguncian Radar Jet Tempur China Picu Ketegangan Baru dengan Jepang

Kesepakatan Rumit di Bawah Sorotan Politik

Rencana yang tengah dirancang akan memisahkan operasi TikTok di AS ke dalam entitas baru yang berbasis di Amerika, dengan mayoritas saham dimiliki oleh investor domestik. Tujuannya jelas: mengurangi pengaruh dan kendali dari pihak China, agar TikTok dinilai aman secara hukum dan politik.

Namun di Capitol Hill, suara-suara skeptis terus bermunculan. Senator Demokrat Mark Warner menyangsikan legitimasi Trump dalam memperpanjang batas waktu itu. Ia menilai kesepakatan yang sedang dibahas tidak memenuhi syarat hukum yang berlaku. Senator Ed Markey bahkan mencoba mendorong legislasi untuk memperpanjang tenggat waktu hingga Oktober, namun usulannya ditolak.

Dari pihak Republik, Tom Cotton Ketua Komite Intelijen Senat mengambil sikap keras. Ia memperingatkan bahwa siapa pun yang ingin membeli TikTok harus benar-benar memutus semua hubungan dengan China.

“Bagi warga Amerika mana pun yang ingin berinvestasi dalam kesepakatan TikTok yang setengah-setengah, Kongres tidak akan pernah melindungi Anda dari berbisnis dengan Tiongkok Komunis,” ujarnya.

Baca Juga :  Huawei Bangkit! Nvidia Akui Keperkasaan Raksasa Teknologi China Ini

Tantangan Tak Hanya dari AS

Namun, penghalang utama bukan hanya datang dari dalam negeri. Sumber yang dekat dengan investor ByteDance menyebut bahwa proses kesepakatan masih berlangsung, tapi ada satu masalah besar yang belum terselesaikan: persetujuan dari pemerintah China.

Di tengah negosiasi yang berlangsung senyap, ada bayang-bayang lain yang mengintai sengketa tarif antara AS dan China yang belum kunjung reda. Sementara itu, Departemen Kehakiman AS pada Januari lalu memutuskan untuk tidak menegakkan larangan TikTok, sehingga Apple dan Google pun mengembalikan aplikasi itu ke platform unduhan mereka.

TikTok sendiri, hingga kini, belum memberikan tanggapan resmi.

Namun satu hal yang jelas: permainan belum selesai. Dan di antara tekanan geopolitik, manuver bisnis, serta tarik-ulur politik Washington, nasib TikTok masih digantung di udara “sudah di atas meja,” kata Trump, “sangat mungkin.”

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel