TIMETODAY.ID, BOGOR – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dan menstabilkan harga kebutuhan pokok, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Tohaga Kabupaten Bogor meluncurkan inovasi terbaru bernama Tohaga Mart.
Inisiatif ini menjadi bagian dari transformasi lini bisnis perusahaan milik daerah tersebut dalam menjalankan peran strategisnya sebagai bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bogor.
Tohaga Mart dirancang sebagai pusat distribusi bahan pangan yang menyasar langsung para pedagang pasar tradisional. Tidak hanya sebagai pelengkap ekosistem pasar, keberadaan Tohaga Mart ditujukan untuk mengefisiensikan rantai pasok sekaligus menjaga kestabilan harga pangan.
“Ini adalah upaya kami untuk menjadi stabilisator harga pangan, terlebih kami merupakan bagian dari TPID,” ujar Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan, saat ditemui di Kantornya Kamis (10/4/2025).
Melalui Tohaga Mart, pihaknya ingin memastikan pasokan komoditas utama tetap terjaga dengan harga yang sesuai regulasi.
Haris membeberkan komoditas yang dipasok melalui Tohaga Mart antara lain sayuran segar, beras, hingga minyak goreng. Sementara, untuk mendukung pasokan sayur, Perumda kini tengah mengembangkan sistem pertanian hidroponik di lahan terbatas sekitar area pasar.
Haris berharap, teknologi ini dapat menciptakan ketahanan pasokan yang berkelanjutan, terutama dalam menghadapi fluktuasi pasar.
Di sisi lain, program distribusi beras yang sempat tertunda kini kembali diaktifkan. Fokus distribusinya diarahkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan BUMD dalam merespons dinamika kebutuhan pokok saat periode rawan inflasi.
Salah satu pencapaian strategis lainnya adalah penunjukan Perumda Pasar Tohaga sebagai Distributor Level 2 (D2) untuk produk minyak goreng. Hal ini terwujud setelah menjalin kerja sama dengan produsen utama, yang memungkinkan distribusi minyak goreng dilakukan secara langsung tanpa perantara.
“Alhamdulillah, kami sudah resmi menjadi distributor level D2 untuk minyak goreng. Kami berkomitmen agar seluruh produk yang kami salurkan tetap mengacu pada harga eceran tertinggi (HET),” tegas Haris.
Sementara itu, Direktur Operasional Perumda Pasar Tohaga, Haris Ibrahim, menepis anggapan bahwa Tohaga Mart akan menjadi pesaing baru bagi para pedagang pasar tradisional. Menurutnya, peran utama Tohaga Mart adalah sebagai mitra distribusi yang membantu menjamin kelancaran pasokan dan kestabilan harga di lapangan.
“Perumda bukanlah pesaing bagi pedagang pasar. Justru sebaliknya, kami hadir untuk membantu mereka dengan memperkuat sistem distribusi yang lebih terkontrol dan efisien,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan Tohaga Mart merupakan langkah strategis untuk merespons fluktuasi harga pangan yang sering terjadi menjelang hari-hari besar keagamaan atau dalam situasi pasar yang tidak stabil.
“Ini adalah bentuk kesiapsiagaan kami terhadap gejolak harga pangan. Dengan sistem distribusi yang kami bangun, kami ingin memberikan rasa aman bagi masyarakat dan pedagang dalam hal ketersediaan serta keterjangkauan harga,” tuntasnya.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































