
TIMETODAY.ID — Di tengah geliat transisi energi dan dorongan menuju kendaraan ramah lingkungan, BYD kembali membuat gebrakan. Pabrikan mobil listrik asal Tiongkok ini menurunkan harga salah satu model EV andalannya,BYD Seagull, hingga membuat pasar dalam dan luar negeri menoleh. Dengan harga mulai 131 juta rupiah untuk model Vitality Edition non-Smart Driving, BYD seperti ingin membuktikan bahwa masa depan mobil listrik tak harus mahal.
Harga tersebut bahkan lebih murah dibanding harga normal yang biasanya menyentuh angka Rp 160 jutaan. Penurunan harga ini bukan hanya strategi pemasaran, tapi sinyal kuat bahwa era mobil listrik murah benar-benar telah dimulai.
Setahun lalu, saat pertama kali memperkenalkan Seagull, BYD menyebut kehadirannya sebagai pembuka jalan menuju “era baru EV yang lebih rendah dari harga ICE (internal combustion engine).” Pernyataan ini kini terasa semakin nyata, terutama setelah BYD melakukan penyegaran teknologi pada seluruh lini kendaraan mereka, termasuk Seagull. Salah satu inovasi yang disematkan adalah sistem pengemudian pintar “God’s Eye”, yang mengejutkannya, ditambahkan tanpa biaya tambahan.
Di pasar domestik Tiongkok, Seagull hadir dalam tiga varian: Vitality, Freedom, dan Flying, dengan dua opsi baterai: 30,1 kWh dan 38,9 kWh, yang masing-masing mampu menempuh jarak hingga 305 km dan 405 km berdasarkan standar CLTC. Secara dimensi, mobil ini mungil tapi efisien — panjangnya hanya 3.780 mm, lebih kecil dari Chevy Bolt EV atau bahkan Fiat 500e, menjadikannya pilihan ideal untuk mobilitas urban.
Langkah BYD menurunkan harga ini dilakukan di tengah lonjakan penjualan mereka. Dalam satu bulan terakhir saja, 377.420 kendaraan energi baru (gabungan EV dan PHEV) berhasil terjual. Di sepanjang tahun 2025, BYD telah mencatat lebih dari satu juta unit NEV terjual, dengan angka penjualan EV mencapai 416.388 unit dan PHEV 569.710 unit—menunjukkan lonjakan 39% dan 76% dibanding tahun sebelumnya.
Tak hanya di dalam negeri, BYD juga memperluas sayapnya ke berbagai belahan dunia. Tahun ini saja, mereka berhasil menjual lebih dari 206.000 kendaraan di luar negeri, termasuk Seagull yang tampil dengan nama Dolphin Mini di Meksiko dan Brasil, dan akan menyusul ke Eropa sebagai Dolphin Surf.
Menariknya, Indonesia juga mulai menunjukkan tanda-tanda akan kedatangan Seagull. Di laman resmi NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor) milik Samsat Jakarta, tercantum kode EQ, yang diyakini merujuk pada nomenklatur Seagull sebagai Battery Electric Vehicle (BEV) termurah dari BYD untuk saat ini.
Dengan harga yang semakin kompetitif dan fitur yang terus diperbarui, BYD Seagull tampaknya siap mengisi ceruk pasar EV di segmen entry-level. Apakah ia akan menjadi game changer di Indonesia? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal jelas: Seagull bukan sekadar mobil kecil, ia adalah simbol perubahan besar.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel







































