Demi Anak Tak Lewatkan Soal, Orang Tua China Gunakan Lembar PR Raksasa

China
Seorang anak di China viral di media sosial setelah terlihat mengerjakan pekerjaan rumah (PR) di atas lembar kertas berukuran besar. Foto: SCMP

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Upaya orang tua mendorong anak agar lebih fokus belajar kini muncul dengan cara tak biasa di China. Sejumlah orang tua memilih mencetak lembar soal berukuran raksasa hingga sepanjang satu meter agar anak tidak melewatkan pertanyaan saat mengerjakan pekerjaan rumah (PR).

Salah satu aksi tersebut dilakukan seorang ibu di Provinsi Hubei pada Januari 2026. Dilansir South China Morning Post (SCMP), ia sengaja memperbesar ukuran soal sebagai strategi agar anaknya lebih teliti saat belajar.

“Dengan cara ini, dia tidak akan melewatkan satu pertanyaan pun,” ujarnya, dikutip SCMP, Selasa (24/2/2026).

Advertisement

Foto yang beredar di media sosial memperlihatkan sang anak mengerjakan soal sambil tengkurap di lantai. Lembar soal yang digunakan tampak menyerupai spanduk besar, menarik perhatian warganet karena dianggap tidak lazim dalam metode pembelajaran.

Respons Anak Berbeda-beda

Metode unik tersebut ternyata menghasilkan respons yang beragam. Seorang orang tua bernama Wang dari Provinsi Sichuan mengaku pendekatan ini justru membuat anaknya lebih antusias belajar.

Ia mengatakan anaknya bahkan ingin kembali mengerjakan lembar ujian raksasa setelah menyelesaikan bagian pertama.

Baca Juga :  Tiga Pesan Penting Menteri Sosial untuk MPLS Sekolah Rakyat di Bogor

Namun pengalaman berbeda datang dari seorang ibu di Provinsi Heilongjiang, China utara. Ia mengaku telah mengeluarkan sekitar 60 Yuan atau sekitar Rp150 ribuan untuk mencetak empat lembar PR berukuran besar, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan.

“Awalnya, putra saya mengira kertas-kertas raksasa itu adalah mainan. Tetapi ketika ia menyadari itu adalah pekerjaan rumah, ia menjadi kecewa dan semakin enggan belajar,” ungkapnya.

Tekanan Sistem Pendidikan Jadi Latar Belakang

Fenomena ini tidak muncul tanpa alasan. Banyak orang tua di China ingin anaknya terbiasa menghadapi soal sejak dini karena tingginya tekanan akademis dalam sistem pendidikan nasional.

Salah satu faktor utama adalah ujian masuk perguruan tinggi nasional atau gaokao, yang dikenal sangat kompetitif. Sejak sekolah menengah, siswa kerap dihadapkan pada jumlah latihan soal yang besar sehingga waktu istirahat menjadi terbatas.

Data lembaga pendidikan di China menunjukkan lebih dari setengah siswa sekolah menengah menghabiskan lebih dari dua jam setiap hari untuk mengerjakan PR, bahkan sebagian belajar hingga melewati pukul 10 malam.

Baca Juga :  The High IQ Low EQ Paradox: Mengapa Orang Pintar Bisa Kesulitan Mengelola Emosi

Di tengah tekanan tersebut, pemerintah China mulai memperkenalkan kebijakan pengurangan beban akademik. Bersamaan dengan itu, muncul pula pendekatan “pendidikan bahagia” yang menekankan kesejahteraan mental anak.

Orang Tua Mulai Menghargai Minat Anak

Di sisi lain, sebagian orang tua mulai mengubah sudut pandang mereka terhadap pendidikan anak. Seorang ayah di daratan China menuliskan di media sosial bahwa kebebasan eksplorasi minat anak sama pentingnya dengan prestasi akademik.

“Anak-anak yang menyukai belajar akan menerima tugas rumah apa pun, sebesar apa pun. Tetapi bagi anak-anak seperti putri saya, minat mereka mungkin terletak pada olahraga, seni, atau bidang lainnya. Sebagai orang tua, kami menghormati minatnya dan memberinya kebebasan untuk mengeksplorasi,” tuturnya dalam SCMP.

Fenomena lembar soal raksasa ini pun menjadi gambaran bagaimana orang tua di China terus mencari cara baru menyeimbangkan tuntutan akademik dengan kebutuhan psikologis anak di tengah sistem pendidikan yang kompetitif.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel