TIMETODAY.ID, JAKARTA — Diabetes pada anak sering kali tidak langsung terdeteksi. Bukan karena gejalanya selalu berat, melainkan karena tanda-tandanya kerap menyerupai keluhan yang umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Anak yang lebih sering haus, mudah lelah, atau bolak-balik ke kamar mandi misalnya, sering dianggap hanya sedang aktif bermain atau mengalami perubahan kebiasaan biasa.
Padahal, perubahan-perubahan tersebut bisa menjadi sinyal awal diabetes yang membutuhkan perhatian serius.
Menurut International Society for Pediatric and Adolescent Diabetes (ISPAD), diabetes tipe 1 masih menjadi jenis diabetes yang paling banyak ditemukan pada anak-anak dan remaja. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak lagi mampu memproduksi insulin yang cukup untuk mengatur kadar gula darah.
Gejala diabetes tipe 1 umumnya berkembang cukup cepat, bahkan bisa muncul hanya dalam hitungan hari atau beberapa minggu. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini agar anak dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Berikut beberapa gejala diabetes pada anak yang perlu diwaspadai.
1. Sering Merasa Haus
Anak yang terus-menerus meminta minum atau tampak tidak pernah puas meski sudah banyak mengonsumsi cairan bisa menjadi salah satu tanda diabetes.
Ketika kadar gula darah meningkat, tubuh berusaha membuang kelebihan gula melalui urine. Proses ini membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan sehingga anak menjadi lebih mudah merasa haus.
2. Lebih Sering Buang Air Kecil
Frekuensi buang air kecil yang meningkat merupakan salah satu gejala paling umum diabetes.
Pada anak-anak, tanda ini dapat terlihat dari kebiasaan lebih sering ke toilet, popok yang lebih cepat penuh, atau terbangun beberapa kali di malam hari untuk buang air kecil.
3. Kembali Mengompol
Jika anak yang sebelumnya sudah tidak mengompol tiba-tiba kembali mengalaminya, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele.
Peningkatan produksi urine akibat tingginya kadar gula darah dapat membuat anak kesulitan menahan buang air kecil saat tidur.
4. Sering Lapar
Meski sudah makan cukup banyak, anak dengan diabetes sering kali tetap merasa lapar.
Hal ini terjadi karena tubuh tidak mampu menggunakan gula darah sebagai sumber energi secara optimal, sehingga otak terus mengirim sinyal lapar.
5. Berat Badan Turun Tanpa Sebab Jelas
Penurunan berat badan yang terjadi tanpa perubahan pola makan atau aktivitas perlu mendapat perhatian khusus.
Pada diabetes tipe 1, tubuh mulai memecah lemak dan otot untuk dijadikan sumber energi karena tidak dapat memanfaatkan gula darah dengan baik.
6. Mudah Lelah dan Tampak Lemas
Anak yang biasanya aktif bermain tetapi mendadak mudah lelah, lesu, atau kurang bersemangat bisa jadi sedang mengalami gangguan dalam penggunaan energi tubuh.
Kurangnya pasokan energi dari gula darah membuat tubuh terasa lebih cepat lelah meski aktivitas tidak terlalu berat.
7. Penglihatan Menjadi Kabur
Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan pada mata.
Akibatnya, anak mungkin mengeluhkan penglihatan yang buram, sulit fokus, atau merasa pandangannya tidak sejelas biasanya.
8. Mudah Marah dan Mengalami Perubahan Suasana Hati
Diabetes tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga dapat berdampak pada emosi anak.
Perubahan kadar gula darah dapat membuat anak menjadi lebih mudah marah, sensitif, atau menunjukkan perubahan perilaku yang tidak biasa.
9. Luka Sulit Sembuh
Luka kecil yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh juga bisa menjadi salah satu tanda diabetes.
Kadar gula darah yang tinggi dapat mengganggu proses penyembuhan alami tubuh dan meningkatkan risiko infeksi.
10. Napas Berbau Buah, Mual, dan Nyeri Perut
Gejala ini termasuk kondisi darurat yang memerlukan penanganan medis segera.
Beberapa anak baru diketahui mengidap diabetes tipe 1 setelah mengalami ketoasidosis diabetik atau diabetic ketoacidosis (DKA), yaitu komplikasi serius akibat kekurangan insulin.
Tandanya dapat berupa napas berbau manis seperti buah, mual, muntah, nyeri perut, dehidrasi, kelelahan berat, hingga tampak sangat lemah.
Pentingnya Deteksi Dini
Diabetes pada anak dapat dikelola dengan lebih baik apabila terdeteksi sejak awal. Karena itu, orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan kebiasaan maupun kondisi fisik anak yang muncul secara tiba-tiba.
Jika anak mengalami beberapa gejala di atas, terutama sering haus, sering buang air kecil, dan berat badan turun tanpa sebab yang jelas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Pemeriksaan gula darah sederhana dapat membantu memastikan penyebab keluhan dan mempercepat penanganan yang diperlukan.
Semakin cepat diabetes terdiagnosis, semakin besar peluang anak untuk menjalani hidup yang sehat dan aktif dengan pengelolaan yang tepat.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



































