TIMETODAY.ID, BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan akan memproses hukum oknum yang memotong kompensasi sopir angkot (angkutan kota). Ia menilai tindakan tersebut mencerminkan sifat premanisme dan merugikan masyarakat kecil.
“Untuk oknum yang melakukan pemotongan dengan alasan sukarela, anda tidak bisa tenang. Saya tetap proses, hukum tetap berjalan,” tegas Dedi dalam video yang diunggah di akun Instagram resminya, @dedimulyadi71, dikutip timetoday.id, Minggu (6/4/2025).
Dedi menegaskan dirinya menolak keras segala bentuk premanisme, termasuk pemotongan dana bantuan yang nilainya kecil namun sangat berarti bagi masyarakat.
Bagi Dedi bantuan sebesar Rp200 ribu sangat berarti bagi sopir angkot, karena dapat mencukupi kebutuhan hidup selama beberapa hari.
“Dua ratus ribu itu sangat berarti buat mereka, artinya bisa mencukupi kebutuhan selama empat hari. Ibu-ibunya bisa masak senilai Rp50 ribu per hari, jadi empat hari lumayan,” katanya.
Sebagai bentuk kepedulian, ia juga memastikan akan memberikan uang pengganti bagi para sopir yang mengalami pemotongan kompensasi.
“Sopir-sopir angkot yang dipotong jangan cemas, saya akan menyiapkan Rp200 ribu lagi sebagai uang pengganti,” tuntasnya. ***





































