Fakta Menarik! Alasan Februari Memiliki 28 dan 29 Hari Setiap 4 Tahun

Bulan Februari memiliki 28 atau 29
Fakta Menarik! Alasan Februari Memiliki 28 dan 29 Hari Setiap 4 Tahun

TIMETODAY.ID – Bulan Februari memiliki 28 atau 29 hari karena alasan historis yang berkaitan dengan penanggalan Romawi kuno.

Awalnya, kalender Romawi terdiri dari 10 bulan, dimulai dari Maret hingga Desember, dengan total 304 hari. Dua bulan musim dingin tidak dimasukkan dalam kalender karena dianggap tidak penting.

Pada sekitar tahun 731 SM, Raja Numa Pompilius menambahkan Januari dan Februari untuk menyelaraskan kalender dengan siklus bulan, sehingga total menjadi 12 bulan.

Advertisement
Baca Juga :  Pemkab Bogor Perkuat Pendampingan Pesantren Tanpa Izin Operasional

Karena orang Romawi menganggap angka genap sebagai pertanda sial, Numa menetapkan panjang bulan bergantian antara 29 dan 31 hari.

Namun, untuk mencapai total 355 hari dalam setahun, Februari ditetapkan memiliki 28 hari, menjadikannya bulan terpendek.

Kemudian, pada masa pemerintahan Julius Caesar, kalender Julian diperkenalkan dengan total 365 hari dalam setahun dan penambahan satu hari setiap empat tahun sekali untuk mengkompensasi kelebihan 0,25 hari per tahun.

Baca Juga :  Dari Romance hingga Thriller: 10 Drama Korea Februari 2025 yang Tak Boleh Dilewatkan

Hari tambahan ini ditambahkan ke bulan Februari, sehingga setiap empat tahun sekali, Februari memiliki 29 hari, yang dikenal sebagai tahun kabisat.

Dengan demikian, penetapan jumlah hari dalam bulan Februari adalah hasil dari evolusi kalender yang dipengaruhi oleh kepercayaan budaya dan penyesuaian astronomis.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel