
TIMETODAY.ID, BULUKUMBA – Makam pasutri (pasangan suami istri), Mattayang Daeng Lengu dan Nurlia, di Desa Manjalling, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dibongkar dan dipindahkan oleh keluarga ke tempat pemakaman umum di Dusun Kailie. Pembongkaran tersebut viral di media sosial karena diduga dipicu oleh perbedaan pilihan dalam Pilkada Bulukumba.
Anak dari kedua almarhum, Nurmi, menyebut bahwa pemilik lahan memberikan dua opsi kepada keluarganya, memindahkan makam orang tuanya atau rumah kerabat yang berdiri di lahan tersebut. Keluarga akhirnya memilih untuk memindahkan makam.
“Pemilik lahan mendukung pasangan calon nomor urut 1, sedangkan keluarga kami mendukung pasangan nomor urut 2,” ujar Nurmi, belum lama ini.
Meski merasa tertekan, Nurmi mengaku ikhlas menerima kejadian tersebut dan berharap insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
Namun, pemilik lahan, Azhar, membantah tuduhan bahwa pembongkaran makam terkait Pilkada.
“Pembongkaran makam pasutri yang beredar di media sosial tidak ada hubungannya dengan Pilkada, murni karena kesalahpahaman,” katanya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































