
TIMETODAY.ID – Suara riuh sorak-sorai bergemuruh di Lapangan Mako Yonif/ 315, Bogor, Jawa Barat, saat puluhan peserta yang didominasi anak-anak berpartisipasi dalam lomba egrang, salah satu acara penutup pada closing ceremony Festival Merah Putih 2024.
Lomba tradisional ini menjadi daya tarik tersendiri dan berhasil memeriahkan momen festival yang berlangsung selama satu bulan penuh, dalam memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-79.
Enggrang, yang merupakan permainan tradisional menggunakan tongkat panjang, menuntut keseimbangan, kecepatan, dan ketangkasan.
Meskipun terlihat sederhana, permainan ini ternyata tidak mudah, sehingga menambah keseruan dan tawa di setiap sudut lapangan.
Orang tua dari salah satu peserta, Riko Setiawan (34), yang datang bersama keluarganya, mengaku teringat momen-momen masa lalunya, dan bisa mengenalkan pada Putranya.
“Seru sekali bisa mengingat kembali masa-masa lalu, dan lebih menyenangkan lagi bisa mengenalkannya ke anak-anak saya,” ujarnya.
Tidak hanya peserta, penonton pun ikut larut dalam euforia lomba enggrang ini. Teriakan dukungan, tawa, dan tepuk tangan bergema sepanjang acara.
Sejarah Egrang di Indonesia
Egrang merupakan salah satu permainan tradisional Indonesia yang juga dianggap sebagai olahraga tradisional.
Permainan ini berasal dari Lampung dengan nama terompang pancung, namun egrang juga ditemukan di berbagai daerah lain di Indonesia.
Egrang adalah olahraga tradisional yang berasal dari permainan masa kecil dalam budaya tradisional Indonesia.
Permainan ini sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda dan tercatat dalam buku “Javanese Kinder Spellen” sebagai salah satu permainan tradisional Indonesia.
Kata “egrang” memiliki berbagai makna di Indonesia. Di Jawa Barat (Pasundan), permainan ini dikenal sebagai jajangkungan, yang berasal dari kata “jangkung” yang berarti tinggi.
Di Sumatera Barat, egrang disebut tengkak-tengkak, yang berarti pincang, sementara dalam bahasa Bengkulu, tengkak berarti sepatu yang terbuat dari bambu. Di Kalimantan Selatan, egrang dikenal dengan sebutan batungkau.
Permainan egrang menggunakan sepasang bambu yang dibentuk seperti tongkat dengan tumpuan kaki, dan permainan ini dapat melatih keseimbangan serta pengendalian diri.
Selain itu, egrang juga menjadi hiburan yang menyenangkan baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel






































