Keliling 7 Negara Cuma Rp 50 Ribu? Tempat Ajaib Ini Ada di The Great Asia Africa Lembang!

The Great Asia Africa Lembang
The Great Asia Africa Lembang. Foto : Dok. tiket.com

TIMETODAY.ID, BANDUNG – Berfoto dengan latar pagoda Jepang, berpindah ke kubah emas Timur Tengah, lalu mampir ke candi India, semua dalam hitungan menit. Keajaiban semacam ini bukan isapan jempol, melainkan kenyataan yang bisa dinikmati siapa saja yang datang ke The Great Asia Africa di Lembang, Bandung Barat.

Cukup dengan Rp 50.000, pengunjung sudah bisa “keliling dunia” tanpa perlu mengurus visa atau membeli tiket pesawat. Harga tersebut bahkan sudah termasuk minuman selamat datang dan akses penuh ke tujuh zona negara: Korea, Jepang, Thailand, India, Timur Tengah, Afrika, dan Indonesia.

“Awalnya saya nggak percaya bisa ke banyak negara dengan harga segitu. Ternyata beneran seru!” ujar Rina Wijaya, pengunjung asal Jakarta yang datang bersama keluarganya pada libur Tahun Baru kemarin. Putrinya, Cinta, tak henti tersenyum sejak tiba. Gadis kecil itu sibuk berganti kostum—dari hanbok Korea, kimono Jepang, hingga saree India—sembari berfoto di setiap sudut.

Advertisement

Konsep unik inilah yang membuat destinasi wisata di Jalan Raya Lembang-Bandung Nomor 71 ini kian diburu wisatawan, terutama saat musim liburan. Replika ikonik dari tujuh negara disusun apik dalam satu kawasan seluas 5 hektare, menciptakan ilusi perjalanan lintas benua yang begitu nyata.

Baca Juga :  City Garden Eat & Play, Sensasi Baru di Boxies 123 Mall

Lebih dari Sekadar Spot Foto

Di zona Korea, pengunjung disambut dengan bangunan bergaya istana tradisional berwarna-warni. Beberapa langkah kemudian, suasana berubah menjadi Negeri Sakura dengan taman zen dan ornamen khas Jepang. Lalu, aroma rempah Timur Tengah menyeruak dari replika masjid megah yang berdiri tak jauh dari sana.

“Anak-anak jadi tahu seperti apa bangunan di negara lain. Sambil liburan, mereka belajar,” kata Budi Santoso, ayah tiga anak yang sengaja datang dari Bandung.

Pengelola memang merancang tempat ini lebih dari sekadar destinasi swafoto. Di setiap zona, tersedia penyewaan pakaian tradisional yang bisa membuat pengalaman berfoto makin autentik. Kuliner khas pun tak ketinggalan: takoyaki Jepang, kimchi Korea, tom yam Thailand, hingga jajanan tradisional Sunda bisa dinikmati di berbagai gerai.

Sebelum pulang, pengunjung biasanya mampir ke toko cinderamata. Angklung mini, kerajinan tangan, hingga miniatur ikon negara tersedia sebagai oleh-oleh. “Lumayan buat kenang-kenangan. Rasanya kayak beneran jalan-jalan ke luar negeri,” ujar Rina sambil menenteng tas berisi beberapa souvenir.

Bagi yang ingin pengalaman lebih, tersedia wahana tambahan. Kereta sungai (river train) seharga Rp 25.000 membawa pengunjung menyusuri area wisata dengan santai. Sementara skyride seharga Rp 30.000 menawarkan pemandangan kawasan dari ketinggan, sempurna untuk melihat keseluruhan “negara” yang ada di bawah.

Baca Juga :  Mengenal Ajiaco, Sup Ayam dengan Tiga Jenis Kentang Khas Kolombia

Ramai Sejak Pagi

The Great Asia Africa buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB. Saat libur panjang seperti Tahun Baru kemarin, tempat ini ramai sejak pagi. Keluarga-keluarga berdatangan, membawa anak-anak yang penuh antusias.

“Kami sengaja datang pagi supaya nggak terlalu ramai. Tapi ternyata sudah banyak yang duluan,” kata Dian, pengunjung asal Cimahi yang datang bersama sepupunya.

Senja mulai turun ketika keluarga Rina bersiap pulang. Lampu-lampu mulai menyala, menerangi replika bangunan yang kini tampak lebih dramatis. Cinta masih sesekali menoleh ke belakang, seolah tak rela meninggalkan “negara-negara” yang baru saja dijelajahinya.

“Kapan-kapan kita ke sini lagi ya, Ma?” tanyanya.

Rina mengangguk. “Kapan-kapan. Masih banyak yang belum kita coba.”

Di belakang mereka, The Great Asia Africa masih ramai. Masih banyak keluarga yang baru tiba, siap memulai petualangan mereka sendiri—menjelajahi tujuh negara dalam sehari, cukup dengan Rp 50.000 di kantong.

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel