Warga Kedung Badak Menanti Rp 335 Juta Atasi Banjir

kedung badak
Lurah Kedung Badak, Ahnim Sutangyat. FOTO : TIMETODAY.ID/B. SUPRIYADI.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat mengusulkan anggaran sebesar Rp 335.546.544 kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Bogor untuk pembangunan saluran drainase baru di RT 04 RW 09. Usulan itu diajukan guna mengatasi banjir yang telah berlangsung sejak 2010 dan berulang setiap musim hujan di Perumahan Cimanggu Permai.

Lurah Kedung Badak, Ahnim Sutangyat mengatakan, usulan tersebut ditujukan kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perumkim) Kota Bogor dan telah masuk skema Bantuan Sosial Terarah (BST). Ia berharap anggaran itu dapat direalisasikan tahun ini mengingat persoalan banjir di lokasi tersebut sudah berlangsung lama dan penanganan rutin oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor dinilai belum cukup mengatasi persoalan.

“Kami berharap ada solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang,” kata Ahnim kepada timetoday.id, Selasa (28/7/2026).

Advertisement

Ahnim menjelaskan, akar masalah banjir di kawasan itu diduga bukan hanya akibat curah hujan tinggi, tetapi ada penyempitan fisik saluran drainase yang terjadi pascapembangunan jalan tol. Tiang jalan tol yang berdiri di tengah saluran diduga mempersempit aliran air sehingga memicu pendangkalan dan luapan ke permukiman warga.

Baca Juga :  Nasib Pemotor Ambruk di Daralon: Terpental 43 Meter, Kondisinya Kritis

“Tiang tol memperkecil diameter saluran, sehingga memicu pendangkalan dan luapan air ke jalan,” ujarnya.

Akibat kondisi itu, air yang meluap kerap masuk hingga ke dalam rumah warga dengan ketinggian mencapai selutut orang dewasa. Banjir umumnya terjadi saat intensitas hujan tinggi, yakni sekitar Januari hingga Mei. Kawasan yang terdampak juga merupakan jalur akses menuju fasilitas publik, di antaranya SD Kedung Badak 4 dan Puskesmas Kedung Badak, sehingga gangguan banjir turut memengaruhi mobilitas warga sehari-hari.

Koordinasi Lintas Instansi

Merespons temuan tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 5.2 Provinsi Jawa Barat sebagai pihak yang membangun infrastruktur tol. Koordinasi juga dilakukan dengan PUPR Kota Bogor untuk memantau kondisi saluran di sekitar tiang tol.

Di lapangan, telah dilakukan normalisasi saluran drainase serta pembongkaran akses masuk pada sejumlah bak kontrol (control pit) yang selama ini menyulitkan proses pembersihan sedimen di sekitar tiang. Pihak kelurahan bersama Camat Tanah Sareal juga telah melakukan pengerukan sampah di lokasi terdampak.

Baca Juga :  Melalui UHC, Pemkab Bogor Pastikan Masyarakat Kurang Mampu Bisa Dapat Jaminan Kesehatan Melalui Jamkesda

Pihak kelurahan turut menggelar sosialisasi kepada warga dan pemilik ruko di sekitar lokasi dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian PU PPK 5.2 Provinsi Jawa Barat. Sosialisasi tersebut bertujuan memastikan tidak ada kendala di tengah masyarakat sekaligus menjelaskan bahwa pembuatan struktur permanen di lokasi saluran memerlukan izin dari kementerian terkait.

Harapan Kurangi Volume Genangan

Ahnim menambahkan, pembangunan saluran baru diharapkan dapat mengurangi signifikan volume genangan yang selama ini terjadi, sehingga tidak lagi mengganggu akses jalan warga secara berarti. Ia mencontohkan, jika volume banjir saat ini mencapai skala 10, saluran tambahan tersebut diharapkan mampu mengurainya hingga minimal separuh.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian waktu realisasi anggaran perbaikan drainase tersebut. Warga RT 04 RW 09 masih menanti langkah lanjutan dari instansi terkait untuk mengatasi hambatan aliran air di sekitar tiang tol.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel