Amankah Minum Susu saat Bangun Tidur? Simak Fakta dan Risikonya

susu
ilustrasi minum susu. Foto: magnific

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Segelas susu kerap menjadi pilihan praktis untuk mengawali hari. Selain mengenyangkan, susu juga mengandung berbagai nutrisi penting seperti protein, kalsium, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Meski demikian, masih banyak yang bertanya-tanya apakah kebiasaan minum susu saat perut kosong aman dilakukan.

Dikutip dari The Wellness Corner, jawabannya bergantung pada kondisi kesehatan masing-masing orang. Minum susu saat perut kosong tidak selalu menimbulkan masalah, tetapi bagi sebagian orang justru dapat memicu gangguan pencernaan.

Tidak Semua Orang Cocok Minum Susu Saat Perut Kosong

Bagi orang yang tidak memiliki gangguan lambung atau intoleransi laktosa, mengonsumsi susu sebelum sarapan umumnya tidak menimbulkan keluhan. Sebaliknya, mereka yang memiliki lambung sensitif berisiko mengalami rasa tidak nyaman, seperti perut kembung, mual, sendawa, hingga naiknya asam lambung.

Advertisement

Susu memang dapat memberikan efek menenangkan karena sementara waktu membantu menetralkan asam lambung. Namun, setelah proses pencernaan dimulai, kandungan protein dan lemak dalam susu akan merangsang lambung memproduksi lebih banyak asam untuk membantu mencerna makanan.

Baca Juga :  Hati-Hati, Kombinasi Telur dengan 7 Makanan Ini Bisa Ganggu Kesehatan

Kondisi tersebut dikenal sebagai rebound acid, yaitu meningkatnya produksi asam lambung setelah efek penetralan awal menghilang. Pada penderita penyakit asam lambung (GERD) atau gangguan pencernaan lainnya, hal ini dapat memicu sensasi panas di dada atau ulu hati, perut terasa penuh, hingga mual.

Mengapa Lambung Lebih Peka pada Pagi Hari?

Saat bangun tidur, lambung telah kosong selama beberapa jam, tetapi tetap menghasilkan asam lambung sebagai bagian dari proses alami tubuh. Ketika susu masuk dalam kondisi perut kosong, lambung harus segera bekerja mencerna kandungan protein, lemak, dan gula di dalamnya.

Pada sebagian orang, proses tersebut dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Karena itu, respons setiap orang terhadap susu di pagi hari bisa berbeda-beda.

Lebih Baik Susu Hangat atau Dingin?

Selain waktu konsumsi, suhu susu juga dinilai dapat memengaruhi kenyamanan pencernaan. Susu hangat umumnya lebih mudah diterima lambung karena memberikan rasa nyaman dan membantu tubuh beradaptasi secara perlahan.

Baca Juga :  Tak Harus Masuk Tempat Sampah, Kaus Kaki Bekas Bisa Disulap Jadi Ini

Sementara itu, susu dingin pada sebagian orang dapat membuat proses pencernaan terasa lebih lambat atau memicu rasa tidak nyaman. Meski demikian, hingga kini bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa susu dingin secara langsung meningkatkan produksi asam lambung masih terbatas.

Tips Minum Susu agar Lebih Nyaman

Bagi Anda yang memiliki lambung sensitif, ada beberapa cara untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan saat mengonsumsi susu, di antaranya:

  • Minum susu setelah sarapan atau bersama makanan ringan.
  • Pilih susu hangat jika lambung mudah terasa tidak nyaman.
  • Hindari mengonsumsi susu saat perut benar-benar kosong jika memiliki riwayat GERD atau gangguan lambung.
  • Konsultasikan dengan dokter apabila keluhan seperti mual, kembung, atau nyeri ulu hati sering muncul setelah minum susu.

Dengan cara konsumsi yang tepat, manfaat susu tetap dapat diperoleh tanpa meningkatkan risiko gangguan pada sistem pencernaan.***

Editor : Syafira

Sumber : Okezone.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel