TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bagi sebagian orang Indonesia, nama kapurung mungkin masih terdengar asing. Padahal, hidangan tradisional khas Sulawesi Selatan ini memiliki cita rasa yang unik sekaligus kaya nutrisi. Kapurung merupakan makanan khas masyarakat Luwu, Palopo, hingga beberapa wilayah Sulawesi Barat yang berbahan dasar sagu dan disajikan bersama kuah ikan serta aneka sayuran.
Sekilas tampilannya menyerupai sup, tetapi isiannya terdiri dari bulatan-bulatan sagu yang kenyal dipadukan dengan kuah gurih bercita rasa asam segar. Perpaduan tekstur dan rasa inilah yang membuat kapurung menjadi salah satu kuliner Nusantara yang wajib dicoba.
Apa Itu Kapurung?
Kapurung adalah makanan tradisional yang dibuat dari tepung sagu yang diseduh dengan air panas hingga mengental. Adonan kemudian dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil menggunakan sumpit atau sendok.
Bulatan sagu tersebut disajikan dalam kuah berbumbu yang biasanya dimasak bersama ikan, udang, atau ayam. Kuahnya dilengkapi berbagai sayuran sehingga menghasilkan hidangan yang lengkap dan bergizi.
Bahan-Bahan Kapurung
Bahan utama kapurung meliputi:
- Tepung sagu
- Air panas
- Ikan (bandeng, kakap, tongkol, atau ikan laut lainnya)
- Bayam
- Kangkung
- Jagung manis
- Kacang panjang
- Terong
- Daun kemangi
- Bawang merah dan bawang putih
- Cabai
- Tomat
- Air perasan jeruk nipis atau jeruk patikala (jeruk khas Sulawesi)
Cita Rasa yang Unik
Kapurung menawarkan perpaduan rasa yang cukup kompleks. Kuahnya gurih dari kaldu ikan, segar karena tambahan tomat dan jeruk, serta sedikit pedas dari cabai.
Sementara itu, bulatan sagu memiliki tekstur kenyal dan licin yang menyerap cita rasa kuah. Kombinasi tersebut membuat kapurung terasa ringan tetapi tetap mengenyangkan.
Kandungan Gizi
Kapurung dikenal sebagai makanan yang cukup sehat karena terdiri dari berbagai bahan bergizi, seperti:
- Karbohidrat dari sagu sebagai sumber energi.
- Protein dari ikan atau udang.
- Serat, vitamin, dan mineral dari berbagai sayuran.
- Lemak sehat jika menggunakan ikan laut yang kaya omega-3.
Karena minim santan dan tidak digoreng, kapurung sering dianggap sebagai salah satu menu tradisional yang lebih ramah bagi pola makan sehat.
Cara Menikmati Kapurung
Kapurung paling nikmat disantap saat masih hangat. Biasanya hidangan ini disajikan bersama sambal cabai rawit dan tambahan perasan jeruk nipis agar rasanya semakin segar.
Di daerah asalnya, kapurung juga sering menjadi menu makan siang keluarga maupun hidangan dalam acara adat.
Fakta Menarik Kapurung
- Berasal dari wilayah Tana Luwu di Sulawesi Selatan.
- Menggunakan sagu sebagai pengganti nasi, mencerminkan budaya pangan lokal Indonesia timur.
- Memiliki tekstur yang berbeda dari kebanyakan makanan Nusantara karena menggunakan bulatan sagu kenyal.
- Kini kapurung mulai dikenal luas dan dapat ditemukan di berbagai rumah makan khas Sulawesi di kota-kota besar.
Bagi pencinta kuliner Nusantara, kapurung menawarkan pengalaman rasa yang berbeda dari makanan berbasis nasi atau mi. Kuahnya yang segar, isian sayuran yang melimpah, serta tekstur sagu yang khas menjadikan hidangan ini layak masuk daftar makanan tradisional Indonesia yang wajib dicoba setidaknya sekali seumur hidup.***








































