TIMETODAY.ID, JAKARTA — Momen Iduladha identik dengan hidangan berbahan daging sapi maupun kambing yang disantap bersama keluarga. Namun setelah makan sate atau gulai dalam jumlah banyak, sebagian orang mengaku tubuh terasa kurang nyaman, mulai dari leher pegal, badan sakit, hingga kepala terasa berat.
Keluhan tersebut sering langsung dikaitkan dengan kolesterol tinggi. Padahal menurut dokter spesialis penyakit dalam RS Premier Jatinegara, dr. Dwi Rendra Hadi, Sp.PD, kondisi itu belum tentu disebabkan oleh kolesterol.
Kolesterol Tinggi Tidak Selalu Menimbulkan Gejala
dr. Rendra menjelaskan, kolesterol tinggi umumnya berkembang secara perlahan dan sering tidak menunjukkan gejala khusus. Kondisi tersebut baru terasa ketika penumpukan lemak di pembuluh darah sudah memicu gangguan serius seperti stroke atau serangan jantung.
“Banyak orang menganggap leher pegal atau badan tidak nyaman setelah makan daging pasti karena kolesterol. Padahal kolesterol sering kali tidak bergejala,” ujarnya dalam program Morning Zone di YouTube Okezone.
Menurutnya, anggapan tersebut sudah terlanjur melekat di masyarakat sehingga setiap muncul rasa tidak nyaman setelah makan daging, kolesterol langsung menjadi kambing hitam.
Tubuh Bekerja Lebih Keras Setelah Makan Berlebihan
Dokter menjelaskan, rasa tidak nyaman setelah menyantap daging dalam jumlah besar bisa muncul karena sistem pencernaan bekerja lebih berat dari biasanya.
Saat tubuh mencerna makanan tinggi protein dan lemak, aliran darah akan lebih banyak terfokus ke saluran cerna untuk membantu proses metabolisme. Kondisi itu bisa membuat sebagian orang merasa lemas, pegal, atau kurang nyaman di bagian tubuh tertentu.
“Bukan hanya daging, makan berlebihan apa pun membuat sistem pencernaan bekerja ekstra,” jelas dr. Rendra.
Ia menambahkan, kondisi tersebut sebenarnya merupakan respons alami tubuh dan bukan tanda penyakit tertentu.
Faktor Sugesti Juga Berpengaruh
Selain faktor fisik, dr. Rendra menilai sugesti juga punya peran besar terhadap munculnya keluhan setelah makan daging kurban.
Menurutnya, banyak orang sudah memiliki keyakinan bahwa makan daging kambing atau sapi dapat memicu pegal di leher belakang atau tubuh terasa sakit. Pikiran tersebut akhirnya memengaruhi tubuh hingga muncul gejala yang dirasakan.
Fenomena ini dikenal sebagai psikosomatis, yakni kondisi ketika tekanan pikiran atau sugesti dapat memunculkan keluhan fisik.
“Karena sering mendengar makan daging bikin leher sakit atau badan tidak enak, lama-lama tubuh ikut merasakan hal tersebut,” katanya.
Tetap Perlu Batasi Konsumsi Daging
Meski tidak selalu berkaitan langsung dengan kolesterol, dokter tetap mengingatkan agar konsumsi daging merah tidak berlebihan. Pola makan yang tinggi lemak dan minim keseimbangan gizi dalam jangka panjang tetap berisiko memicu kolesterol tinggi, hipertensi, hingga gangguan metabolik lainnya.
Karena itu, masyarakat disarankan tetap menjaga pola makan seimbang dengan memperbanyak sayur, buah, dan air putih agar tubuh tetap sehat selama momen Idul Adha.***
Editor : Syafira
Sumber : Okezone.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



































