TIMETODAY.ID, JAKARTA — Momen Iduladha selalu identik dengan melimpahnya stok daging kurban di rumah. Bagi sebagian orang, menerima daging sapi atau kambing menjadi kebahagiaan tersendiri, apalagi jika mendapatkan bagian favorit untuk diolah menjadi sate, gulai, atau rendang.
Namun di balik euforia tersebut, masih banyak orang yang keliru saat menyimpan daging kurban. Kesalahan kecil ini bisa membuat kualitas daging menurun, tekstur berubah, bahkan memicu pertumbuhan bakteri yang mempercepat pembusukan.
Agar daging tetap segar dan tahan lama hingga berbulan-bulan, berikut lima kesalahan yang sebaiknya dihindari.
1. Tidak Mencuci Daging Terlebih Dahulu
Sebagian orang memilih langsung menyimpan daging tanpa mencucinya karena khawatir kualitas daging menurun. Padahal, langkah ini justru berisiko karena permukaan daging bisa saja terpapar debu, bakteri, atau kotoran selama proses distribusi.
Chef Stefu Santoso menyarankan agar daging dicuci menggunakan air dingin mengalir sebelum disimpan.
Menurutnya, daging kurban umumnya berada cukup lama di suhu ruang sebelum dibagikan, sehingga kebersihannya perlu dipastikan lebih dulu.
2. Mengabaikan Suhu Kulkas dan Freezer
Suhu penyimpanan menjadi faktor utama untuk menjaga kesegaran daging.
Untuk penyimpanan di chiller, suhu ideal sebaiknya berada di bawah 5 derajat Celsius. Sementara jika ingin menyimpan lebih lama, freezer harus menjaga daging tetap dalam kondisi beku stabil, idealnya di kisaran minus 2 hingga 2 derajat Celsius.
Chef Stefu mengingatkan, perubahan suhu ekstrem akibat listrik padam atau freezer yang terlalu sering dibuka dapat merusak tekstur daging.
Proses beku-cair yang berulang membuat kualitas daging menurun drastis.
3. Menumpuk Daging Terlalu Padat
Kesalahan berikutnya adalah menyimpan daging secara berjejal di dalam freezer atau kulkas yang sudah penuh.
Kondisi ini membuat sirkulasi udara dingin tidak merata sehingga proses pembekuan menjadi lambat. Akibatnya, beberapa bagian daging bisa berada pada suhu yang kurang optimal dan rentan terkontaminasi bakteri.
Sebaiknya beri sedikit ruang antarbungkus agar pendinginan berlangsung merata.
4. Menyatukan Daging Sapi dan Kambing
Meski terlihat praktis, mencampur daging sapi dan kambing dalam satu wadah bukan pilihan tepat.
Aroma khas kambing yang kuat dapat memengaruhi cita rasa daging sapi. Selain itu, pemisahan juga memudahkan saat proses pengolahan agar tidak tertukar saat akan dimasak.
Mengelompokkan daging berdasarkan jenisnya membuat penyimpanan lebih rapi dan efisien.
5. Salah Memilih Wadah Penyimpanan
Masih banyak orang menyimpan daging kurban menggunakan kantong plastik biasa. Padahal, plastik tipis mudah menempel pada permukaan daging saat membeku dan berisiko merusak tekstur saat dilepas.
Chef Degan Septoadji menyarankan penggunaan wadah kedap udara atau vacuum pack agar kualitas daging lebih terjaga.
Metode ini mampu meminimalkan paparan udara sehingga daging tetap segar lebih lama di dalam freezer.
Dengan penanganan yang tepat, stok daging kurban bisa bertahan lama tanpa kehilangan kualitasnya. Jadi, sebelum memenuhi freezer usai pembagian kurban, pastikan cara penyimpanannya sudah benar agar sajian Idul Adha tetap lezat saat diolah kapan saja.
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































