TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ruam popok merupakan salah satu masalah kulit yang cukup sering dialami bayi dan kerap membuat orang tua cemas. Meski terlihat sederhana, kondisi ini tidak selalu hanya disebabkan oleh kulit yang lembap, tetapi bisa dipicu oleh berbagai faktor seperti infeksi hingga reaksi alergi.
Karena penyebabnya beragam, setiap jenis ruam popok membutuhkan penanganan yang berbeda. Gejala yang umum muncul biasanya berupa kulit kemerahan di area yang tertutup popok, disertai bayi yang lebih rewel atau tidak nyaman saat dibersihkan.
1. Ruam Popok Akibat Iritasi
Jenis ini merupakan yang paling umum terjadi. Penyebab utamanya adalah paparan urine atau feses yang terlalu lama menempel di kulit. Kondisi ini dapat merusak lapisan pelindung kulit sehingga muncul kemerahan, kering, hingga mengelupas.
Area yang paling sering terdampak adalah bokong, lipatan paha, dan selangkangan. Jika tidak segera ditangani, iritasi dapat berkembang menjadi lecet ringan.
2. Ruam Popok karena Infeksi Jamur
Ruam ini biasanya muncul setelah iritasi tidak kunjung membaik dalam beberapa hari. Penyebabnya adalah jamur Candida albicans yang mudah berkembang di area lembap.
Ciri khasnya berupa ruam merah terang dengan batas jelas, sering disertai bintik kecil di sekitarnya. Kondisi ini umumnya membutuhkan krim antijamur khusus untuk penanganan.
3. Ruam Popok Akibat Infeksi Bakteri
Jenis ini dapat muncul sebagai komplikasi dari iritasi yang tidak tertangani. Bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Streptococcus menjadi penyebab utamanya.
Gejalanya meliputi luka bernanah, kerak kekuningan, hingga benjolan kecil seperti bisul. Pada kondisi lebih parah, bayi bisa mengalami demam dan area kulit tampak bengkak serta hangat.
Karena bersifat infeksi, kondisi ini perlu penanganan medis agar tidak menyebar lebih luas.
4. Ruam Popok karena Alergi
Ruam ini terjadi akibat reaksi kulit terhadap bahan tertentu, seperti popok, tisu basah, sabun, atau deterjen.
Ciri-cirinya berupa kulit merah, gatal, kering, bahkan bisa melepuh ringan. Ruam biasanya muncul berulang di area yang sama setiap kali terpapar pemicu alergi.
Cara Mencegah Ruam Popok
Untuk mengurangi risiko ruam, beberapa langkah sederhana bisa dilakukan, seperti:
- Mengganti popok secara rutin setiap 2–3 jam atau setelah bayi BAB
- Membersihkan area popok dengan air hangat dan kain lembut
- Mengeringkan kulit dengan cara ditepuk perlahan
- Menggunakan krim pelindung berbahan zinc oxide
- Memberikan waktu tanpa popok agar kulit bernapas
- Memilih popok dengan daya serap baik dan ukuran sesuai
- Menggunakan produk bayi yang hypoallergenic dan bebas pewangi
Dengan perawatan yang tepat, berbagai jenis ruam popok pada bayi dapat dicegah maupun ditangani lebih cepat, sehingga bayi tetap merasa nyaman dan terhindar dari gangguan kulit yang lebih serius.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































