Waspadai Sejak Dini, Ini Ciri dan Cara Mengatasi Kekurangan Kalsium pada Bayi

Kalsium
ilustrasi bayi (istock)
TIMETODAY.ID Kalsium merupakan salah satu mineral esensial yang memegang peranan besar dalam proses tumbuh kembang bayi. Tak hanya membentuk tulang dan gigi yang kuat, kalsium juga mendukung kinerja otot serta sistem saraf yang optimal.
Pemenuhan kebutuhan kalsium sejak usia dini berperan penting dalam mencegah berbagai gangguan kesehatan.
Bila kadar kalsium dalam tubuh bayi tidak tercukupi, dampaknya bisa beragam mulai dari hambatan pertumbuhan tulang hingga gangguan sendi yang dapat mengganggu perkembangan motorik dan kognitif si Kecil.
Itulah mengapa orang tua perlu mewaspadai tanda-tanda awal kekurangan kalsium dan mengetahui langkah yang tepat untuk mengatasinya.
Tanda-Tanda Bayi Kekurangan Kalsium yang Sering Tak Terlihat
Kekurangan kalsium atau hipokalsemia pada bayi sering kali tidak langsung terdeteksi. Gejala umumnya baru tampak saat kadar kalsium menurun drastis di bawah ambang normal. Beberapa bayi bisa jadi tidak menunjukkan gejala sama sekali, sementara lainnya mengalami keluhan serius yang dapat membahayakan keselamatan.
Berikut beberapa tanda umum yang bisa diamati:
  • Bayi kerap mengalami kram otot
  • Sulit tidur atau tidur tidak nyenyak
  • Rewel tanpa sebab yang jelas
  • Terlihat lemas dan kurang berenergi
  • Menolak menyusu atau makan
  • Tremor atau gemetar
  • Kejang
  • Sendi tidak berkembang dengan baik atau terlihat abnormal
  • Otot tampak lemah
  • Rentan terhadap infeksi atau penyakit
Karena gejala bisa muncul secara halus dan bertahap, penting bagi orang tua untuk selalu memperhatikan kondisi harian bayi.
Penyebab Kekurangan Kalsium pada Bayi
Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan kadar kalsium dalam tubuh bayi menurun. Mulai dari kurangnya asupan ASI hingga kondisi medis tertentu.
Beberapa penyebab umum antara lain:
  • Bayi mengalami kekurangan oksigen saat lahir, yang bisa mengganggu kestabilan kadar kalsium.
  • Ibu mengidap diabetes selama kehamilan, yang dapat memengaruhi metabolisme kalsium bayi.
  • Penggunaan obat tertentu seperti Gentamicin, yang diketahui dapat menurunkan kadar kalsium.
  • Konsumsi susu formula atau susu sapi dengan kandungan fosfor tinggi.
  • Kekurangan vitamin D, yang berperan penting dalam penyerapan kalsium oleh tubuh.
  • Gangguan genetik seperti DiGeorge Syndrome.
  • Hipotiroidisme bawaan atau masalah tiroid sejak lahir.
  • Asupan vitamin D dan kalsium yang rendah selama kehamilan.
  • Bayi yang lahir prematur cenderung memiliki kadar kalsium lebih rendah.
Langkah Mengatasi dan Mencegah Kekurangan Kalsium
Untuk mencegah atau mengatasi hipokalsemia, ada beberapa langkah sederhana namun efektif yang bisa dilakukan.
Menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi selama 15–20 menit antara pukul 07.00 hingga 08.00 dapat membantu meningkatkan kadar vitamin D. Vitamin ini penting untuk mendukung penyerapan kalsium dalam tubuh. Namun, hindari paparan langsung yang terlalu intens pada kulit bayi.
Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama juga menjadi salah satu cara terbaik untuk mencukupi kebutuhan kalsium si Kecil. ASI tidak hanya kaya nutrisi, tapi juga mudah diserap tubuh bayi.
Dalam beberapa kasus, seperti hipokalsemia bawaan yang tidak menunjukkan gejala (asimtomatik), dokter mungkin akan meresepkan suplemen berbasis kalsium. Oleh karena itu, berkonsultasilah dengan dokter anak bila Mama mencurigai adanya gangguan pada si Kecil.
Mengenali sinyal tubuh bayi adalah langkah pertama dalam menjaga kesehatannya. Bila ditemukan gejala-gejala yang mengarah pada kekurangan kalsium, sebaiknya segera konsultasikan ke ahli medis agar si Kecil bisa tumbuh sehat dan optimal.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Presma ITB Dewantara Nilai Bencana di Sumatera Cerminan Kerusakan Ekologis, Bogor Barat Terancam

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel