TIMETODAY.ID, JAKARTA — Membangun personal branding kini menjadi salah satu aspek penting bagi mahasiswa yang bersiap memasuki dunia kerja. Namun, para ahli menegaskan bahwa reputasi profesional tidak bisa dibentuk secara instan, melainkan melalui proses yang konsisten dan berkelanjutan.
Pakar komunikasi, Hana Pratiwi, menilai bahwa personal branding bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis agar mahasiswa mampu bersaing di dunia profesional yang semakin kompetitif.
Menurutnya, ada sejumlah langkah penting yang bisa dilakukan untuk membangun citra diri yang kuat dan kredibel.
- Menyelaraskan Identitas Diri
Hana menjelaskan pentingnya konsistensi antara citra yang ditampilkan di ruang publik dengan karakter asli seseorang. Ia menggunakan analogi panggung pertunjukan untuk menggambarkan hal ini.
Apa yang terlihat di “front stage” mencakup penampilan, cara berkomunikasi, hingga lingkungan pergaulan. Namun, semua itu harus ditopang oleh “back stage”, yaitu kebiasaan sehari-hari dan pola pikir yang membentuk karakter sesungguhnya.
“Yang dibangun di belakang layar harus selaras dengan apa yang ditampilkan di depan. Tanpa keselarasan, kepercayaan publik akan hilang,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
- Jujur terhadap Identitas Profesional
Dalam proses membangun citra diri, seseorang sering kali tergoda untuk menampilkan versi terbaik secara berlebihan. Namun, menurut Hana, personal branding yang sehat justru berakar pada kejujuran.
Ia menekankan bahwa reputasi profesional yang kuat lahir dari kesesuaian antara dunia digital dan kenyataan. Jika media sosial menampilkan citra unggul, tetapi tidak didukung kemampuan nyata, maka kredibilitas justru dapat runtuh.
- Tata Krama dan Nilai yang Konsisten
Selain kemampuan teknis, sikap dan nilai pribadi menjadi faktor pembeda utama di dunia kerja. Hana menilai bahwa etika, disiplin, dan manner memiliki pengaruh besar terhadap penilaian profesional seseorang.
Keterampilan memang dapat dipelajari, tetapi karakter terbentuk dari kebiasaan dan nilai yang dipegang secara konsisten.
“Yang bertahan di dunia profesional bukan mereka yang paling sering terlihat, tetapi mereka yang paling jelas nilai (value)-nya,” tegasnya.
Penutup
Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, personal branding menjadi bekal penting bagi mahasiswa. Dengan membangun identitas yang selaras, jujur, dan berlandaskan nilai yang kuat, peluang untuk berkembang di dunia profesional akan semakin terbuka lebar.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































