TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah ketegangan geopolitik yang belum sepenuhnya mereda, Iran tetap mengirimkan sekitar 30.000 jemaah untuk menunaikan ibadah haji ke Arab Saudi. Langkah ini menarik perhatian, mengingat hubungan kedua negara masih diwarnai dinamika politik yang sensitif.
Meski sempat muncul tudingan dari Teheran terkait dugaan penggunaan wilayah Saudi oleh militer Amerika Serikat untuk menyerang Iran—yang telah dibantah oleh Riyadh—kedua pihak tampak menahan diri. Momentum ibadah haji seolah menjadi ruang netral yang mempertemukan kepentingan kemanusiaan di atas konflik politik.
Duta Besar Iran untuk Arab Saudi, Alireza Enayati, secara terbuka menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan yang diberikan otoritas Saudi kepada jemaah asal negaranya.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pihak terkait di Arab Saudi atas layanan yang mereka berikan untuk memastikan kenyamanan para jamaah kami,” ujarnya.
Ia menegaskan, para jemaah Iran mendapatkan perlakuan setara dengan jemaah dari negara lain. Selain itu, pemerintah Iran memastikan seluruh peserta haji akan mematuhi aturan dan etika selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Kami juga memastikan koordinasi berjalan dengan baik agar seluruh rangkaian ibadah berlangsung lancar,” tambah Enayati.
Gelombang kedatangan jemaah Iran sendiri telah dimulai sejak akhir April. Kloter pertama mendarat di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, disusul rombongan berikutnya beberapa hari kemudian.
Di tengah kompleksitas hubungan kawasan, momen haji kali ini menghadirkan potret berbeda—ketika rivalitas politik untuk sementara dikesampingkan, memberi ruang bagi jutaan umat untuk menjalankan ibadah dengan khusyuk dan aman.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































