TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kota Arad di wilayah pesisir Laut Mati mengalami kerusakan parah setelah dihantam serangan rudal dari Iran pada akhir pekan. Serangan tersebut dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dan menghancurkan sejumlah kawasan permukiman.
Ledakan keras mengguncang kota pada Sabtu (21/3/2026), meninggalkan kehancuran luas. Sedikitnya 84 orang dilaporkan terluka, sementara sekitar 20 gedung apartemen mengalami kerusakan berat hingga runtuh.
Kesaksian Warga: Ledakan yang Belum Pernah Terjadi
Seorang saksi mata, Ido Franky (17), menggambarkan situasi mencekam saat serangan terjadi. Ia mengaku suara ledakan terdengar sangat keras dan berbeda dari sebelumnya.
Saat sirene peringatan berbunyi, ia bersama keluarganya segera berlindung. Namun dentuman rudal tetap terasa mengguncang.
“Ada suara ledakan bertubi-tubi, ini sangat mengerikan. Kota ini belum pernah mengalami hal seperti ini,” ujarnya.
Serangan Beruntun hingga Dekat Fasilitas Nuklir
Serangan ke Arad terjadi hanya beberapa jam setelah rudal Iran juga menghantam Dimona, wilayah yang dikenal sebagai lokasi fasilitas riset nuklir Israel.
Rudal dilaporkan jatuh sekitar 5 kilometer dari fasilitas tersebut dan melukai sekitar 30 orang. Rekaman video yang beredar menunjukkan sistem pertahanan udara Israel gagal mencegat sebagian proyektil yang masuk.
Dampak Kerusakan dan Operasi Evakuasi
Kerusakan baru terlihat jelas keesokan harinya. Sejumlah bangunan hancur, jendela berserakan di jalan, dan beberapa bagian atap terbakar. Bahkan, terbentuk kawah besar berdiameter sekitar 5 meter di salah satu titik terdampak.
Aparat kepolisian setempat langsung melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di reruntuhan sebelum proses pembersihan dimulai.
Respons Israel: Siap Balas Serangan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut insiden tersebut sebagai malam yang sangat berat bagi negaranya.
Ia menegaskan bahwa Israel tidak akan tinggal diam dan berkomitmen melanjutkan serangan balasan terhadap pihak yang dianggap sebagai musuh.
“Kami bertekad untuk terus menyerang di semua lini,” ujarnya.
Serangan ini semakin mempertegas eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang terus memanas, dengan dampak yang kini mulai dirasakan langsung oleh warga sipil di kedua wilayah.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































