
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Dua kapal tanker berbendera Iran dilaporkan berhasil menembus pengawasan militer Amerika Serikat dan keluar dari Selat Hormuz, di tengah ketegangan kawasan yang belum mereda.
Supertanker Hero II dan Hedy terdeteksi melalui citra satelit saat menghindari kapal perang AS, sebelum akhirnya melaju ke Laut Arab pada Senin (21/4/2026). Kedua kapal tersebut disebut membawa sekitar 4 juta barel minyak untuk dikirim ke negara tujuan yang belum diungkap.
Pergerakan ini diungkap oleh perusahaan analisis data energi Vortexa, yang memantau aktivitas pelayaran melalui citra satelit. Data mereka menunjukkan, kapal-kapal Iran menggunakan taktik mematikan transponder untuk menghindari pelacakan militer.
Secara keseluruhan, Iran dinilai masih mampu mempertahankan ekspor energinya meski berada di bawah tekanan. Setidaknya 34 kapal tanker minyak dan gas yang terkait Iran tercatat melintasi Selat Hormuz dalam periode terbaru, dengan 19 di antaranya berhasil keluar dari Teluk Persia membawa muatan.
Sebelumnya, kapal Hero II terakhir terdeteksi lebih dari sebulan lalu di wilayah utara Selat Malaka, sementara Hedy sempat terlacak di lepas pantai Khor Fakkan pada Februari. Setelah itu, keduanya menghilang dari sistem pelacakan sebelum kembali muncul dalam citra satelit.
Belum ada kepastian mengenai tujuan akhir pengiriman minyak tersebut. Namun, sebagian besar ekspor minyak mentah Iran selama ini diketahui mengalir ke negara-negara seperti China dan India. Dalam beberapa pekan terakhir, India bahkan dilaporkan masih menerima pengiriman minyak Iran menjelang berakhirnya masa pelonggaran sanksi.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump sebelumnya telah mengumumkan kebijakan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz. Kebijakan ini menjadi bagian dari tekanan lanjutan di tengah dinamika perundingan yang belum menemukan titik temu.
Insiden lain juga terjadi di kawasan, termasuk penyitaan kapal kargo Iran serta pemeriksaan kapal tanker di perairan timur Sri Lanka oleh militer AS. Situasi ini menandai bahwa jalur pelayaran strategis dunia masih berada dalam bayang-bayang ketegangan geopolitik.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































