TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pembangunan gereja pertama di kawasan Ibu Kota Nusantara kini hampir rampung. Rumah ibadah yang akan diberi nama Basilika Nusantara Santo Fransiskus Xaverius itu telah memasuki tahap akhir pengerjaan dan ditargetkan mulai difungsikan pada Juli 2026.
Kementerian Agama RI menyampaikan, status basilika untuk gereja tersebut masih menunggu persetujuan resmi dari Vatikan. Proses penetapan tidak dilakukan secara sederhana, melainkan melalui mekanisme Gereja Katolik universal yang melibatkan kajian mendalam.
Direktur Urusan Agama Katolik Ditjen Bimas Katolik, Salman Habeahan, menjelaskan bahwa pengajuan status basilika diajukan oleh Uskup Agung Samarinda.
“Permohonan ini melalui kajian historis, pastoral, liturgis, dan spiritual, serta mendapatkan rekomendasi dari Konferensi Waligereja Indonesia sebelum diajukan ke Takhta Suci,” ujarnya.
Arsitektur Sarat Makna Nusantara
Tak sekadar bangunan ibadah, gereja ini dirancang membawa narasi budaya Indonesia. Desainnya memadukan unsur tradisional dan modern, mencerminkan keberagaman Nusantara.
Motif kaca patri, misalnya, terinspirasi dari buah pala—simbol perjalanan misi Santo Fransiskus Xaverius di Maluku. Sementara elemen arsitektur lainnya mengadopsi pola tenun khas daerah yang dipadukan dengan sentuhan kontemporer.
Hampir Rampung, Siap Tampung Ribuan Umat
Dari sisi konstruksi, pembangunan gereja beserta Wisma Uskup telah mencapai sekitar 99 persen. Pekerjaan kini difokuskan pada penyelesaian interior, ornamen, fasad, hingga penataan lanskap kawasan.
Gereja ini dirancang mampu menampung sekitar 1.500 umat di ruang utama, serta tambahan 1.000 umat di area selasar luar. Proyek tersebut dibangun dengan anggaran mencapai Rp704,9 miliar.
Simbol Toleransi di IKN
Kehadiran Basilika Santo Fransiskus Xaverius diharapkan menjadi lebih dari sekadar tempat ibadah. Gereja ini diproyeksikan menjadi simbol kebhinnekaan dan persaudaraan di kawasan peribadatan IKN.
Pemilihan Santo Fransiskus Xaverius sebagai pelindung juga mencerminkan semangat dialog lintas budaya serta komitmen Gereja di Indonesia dalam merawat toleransi antarumat beragama.
Dengan sentuhan arsitektur yang sarat makna dan fungsi yang inklusif, gereja ini diharapkan menjadi salah satu ikon spiritual sekaligus kultural di ibu kota baru Indonesia.***
Editor : Syafira
Sumber : CNBCIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































