TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan antara pemimpin politik dan tokoh agama dunia kembali mencuat. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik tajam kepada Paus Leo XIV setelah sang Paus secara terbuka mengecam konflik antara AS dan Iran.
Dalam pernyataannya kepada media, Trump mengaku tidak sejalan dengan sikap Paus yang menolak pendekatan militer dan retorika keras terhadap Iran.
“Saya bukan penggemar Paus Leo. Dia buruk dalam kebijakan luar negeri,” ujar Trump.
Pernyataan ini menjadi bagian dari respons atas sikap Paus Leo yang sebelumnya mengkritik ancaman dan eskalasi perang, serta menyerukan penghentian konflik dan kembali ke jalur dialog damai.
Kritik Terbuka hingga Media Sosial
Tak hanya melalui pernyataan langsung, Trump juga meluapkan kritiknya lewat platform Truth Social. Ia menilai Paus terlalu lemah dalam menyikapi isu global, khususnya terkait perang dan keamanan internasional.
Trump juga menegaskan ketidaksetujuannya terhadap pandangan Paus yang dinilai tidak mendukung langkah keras terhadap negara yang dianggap berpotensi memiliki senjata nuklir.
“Saya tidak menginginkan seorang Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat,” kata Trump.
Menurut laporan media internasional, kritik tersebut muncul setelah Paus Leo secara vokal mengecam retorika perang dan menyebut ancaman terhadap Iran sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima”.
Perbedaan Pandangan yang Kian Terbuka
Paus Leo XIV, yang merupakan paus pertama asal Amerika Serikat, dalam beberapa kesempatan menyerukan penghentian kekerasan dan mengingatkan bahaya eskalasi konflik global. Ia juga menilai perang tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan memperburuk krisis kemanusiaan dan ekonomi.
Sikap ini berseberangan dengan pendekatan Trump yang menekankan kekuatan militer dan tekanan politik dalam menghadapi Iran.
“Cukup dengan perang. Saatnya kembali ke dialog,” demikian pesan Paus dalam salah satu seruannya.
Perbedaan pandangan ini mencerminkan jurang yang semakin lebar antara pendekatan diplomasi berbasis kemanusiaan yang diusung Vatikan dan strategi keamanan yang dijalankan pemerintahan AS.
Di tengah konflik yang belum mereda, polemik antara kedua tokoh ini menjadi sorotan global, sekaligus menegaskan bahwa isu perang Iran tak hanya berdampak pada geopolitik, tetapi juga memicu perdebatan moral di tingkat dunia.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































