Trump Larang Mahasiswa Asing Kuliah di Harvard: Ancaman Bagi Masa Depan Global?

Donald Trump
Foto: AP/Alex Brandon
TIMETODAY.ID — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat keputusan kontroversial. Kali ini, ia melarang mahasiswa asing memulai studi di Universitas Harvard, salah satu kampus paling bergengsi di dunia. Larangan ini langsung diberlakukan dan menjadi pukulan telak bagi ratusan pelajar internasional yang telah mempersiapkan masa depan mereka di kampus elite tersebut.
Alasan: “Keamanan Nasional”
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan Rabu (4/6) malam waktu setempat, Trump menyebut bahwa pembatasan ini diambil demi melindungi keamanan nasional. Ia menuding Harvard tidak kooperatif dalam memberikan informasi tentang mahasiswa asingnya, terutama jika ada dugaan pelanggaran hukum.
“Adalah risiko bagi keamanan nasional jika institusi akademik seperti Harvard enggan memberikan informasi soal potensi pelanggaran oleh mahasiswa asing mereka,” ujar Trump seperti dikutip AFP.
Hanya untuk Harvard
Larangan ini tampaknya hanya berlaku untuk Harvard dan program-program pertukaran pelajar yang diorganisir kampus tersebut. Artinya, kampus-kampus lain di AS belum terkena imbas langsung dari kebijakan ini—setidaknya untuk saat ini.
Namun, sinyal Trump jelas: pemerintahannya tidak lagi ramah terhadap pelajar asing, apalagi dari negara-negara yang dianggap “bermasalah”.
Visa Dicabut, Masa Depan Digantung
Trump juga menyatakan bahwa mahasiswa asing yang sudah berada di Harvard dengan visa sah akan ditinjau ulang, bahkan berpotensi dicabut visanya. Ini membuat ratusan mahasiswa internasional berada dalam kondisi tidak pasti—antara melanjutkan studi atau harus pulang di tengah jalan.
Isu Ras dan Diskriminasi Ikut Disorot
Dalam pernyataannya, Trump tak hanya bicara soal keamanan. Ia juga menyerang Harvard secara ideologis, menuduh kampus itu mendiskriminasi warga Amerika berdasarkan ras, garis keturunan, atau agama.
“Tidak sesuai dengan kepentingan nasional jika Harvard membatasi kesempatan warga Amerika hanya karena mereka lebih memilih mahasiswa asing,” katanya.
Bukan Pertama Kali
Langkah ini bukan yang pertama. Selama masa pemerintahannya, Trump kerap memperketat kebijakan imigrasi dan visa pelajar. Namun, larangan spesifik terhadap satu universitas ternama seperti ini adalah langkah yang sangat jarang terjadi dan memicu kecaman dari banyak kalangan, termasuk akademisi dan aktivis pendidikan.
Dampak dan Pertanyaan Besar
  • Bagaimana nasib mahasiswa yang sudah diterima Harvard tahun ini?
  • Apakah kampus lain akan ikut disasar?
  • Akankah ini memicu boikot atau perlawanan dari kalangan akademisi di AS sendiri?
Satu hal yang jelas: keputusan ini bukan hanya soal visa, tapi juga bagian dari perang ideologi dan politik identitas yang terus dimainkan Trump menjelang momentum politik besar.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel
Baca Juga :  Kapal Induk Raksasa Dikerahkan, Trump Kirim Sinyal Keras ke Iran

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel