TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan di Timur Tengah untuk sementara mereda setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan. Keputusan ini berlaku dua arah, di mana Washington juga akan menghentikan serangan militernya.
Pengumuman tersebut disampaikan Trump pada Selasa (7/4/2026) waktu Washington DC melalui media sosialnya. Dalam pernyataannya, ia menyebut langkah ini diambil setelah komunikasi dengan pihak internasional, termasuk pejabat tinggi Pakistan.
“Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu, dengan syarat Iran membuka Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah,” tulis Trump.
Selain penghentian serangan, Trump memastikan jalur strategis Selat Hormuz akan segera dibuka kembali. Kawasan ini merupakan salah satu titik vital distribusi energi global, sehingga stabilitasnya sangat berpengaruh terhadap ekonomi dunia.
Trump menjelaskan, keputusan tersebut juga didasarkan pada penilaian bahwa Amerika Serikat telah mencapai target militernya sejak operasi dimulai pada akhir Februari lalu.
“Kami telah melampaui tujuan militer sejak serangan pertama dilakukan,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengklaim adanya perkembangan signifikan dalam upaya menuju kesepakatan damai jangka panjang, termasuk pembahasan terkait program nuklir Iran.
“Kami sudah sangat dekat dengan kesepakatan definitif untuk perdamaian jangka panjang di Timur Tengah,” kata Trump.
Meski demikian, gencatan senjata ini masih bersifat sementara dan bergantung pada komitmen kedua pihak, khususnya terkait pembukaan Selat Hormuz. Situasi di kawasan tersebut masih akan menjadi sorotan dunia dalam beberapa pekan ke depan.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































