Menguak Sejarah Jumat Agung, Jejak Awal Peringatan Wafat Isa Almasih

Menguak sejarah Jumat Agung
ILUSTRASI : peringatan wafat Isa Almasih. Foto : freepik.com/jcomp

TIMETODAY.ID, BOGOR – Menguak sejarah Jumat Agung membuka jejak awal peringatan wafat Isa Almasih yang hingga kini diperingati umat Kristen di seluruh dunia, termasuk pada Jumat (3/4/2026).

Jumat Agung atau Good Friday merupakan hari untuk mengenang peristiwa penyaliban Yesus Kristus di Golgota. Peringatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pekan Suci yang berpuncak pada Hari Paskah.

Dalam tradisi Kristen, Jumat Agung diperingati setiap hari Jumat sebelum Paskah. Meski Alkitab tidak mencatat secara pasti tanggal wafatnya Yesus, banyak kalangan meyakini peristiwa tersebut terjadi pada hari Jumat.

Advertisement
Baca Juga :  Bikin Camilan Anak Lebih Seru dengan Resep Cookie Bonbon Mudah Ini

Istilah “Good Friday” sendiri dimaknai sebagai hari yang suci. Bagi umat Kristen, kematian Yesus dipandang sebagai bentuk pengorbanan yang membawa keselamatan bagi umat manusia.

Seiring perkembangan tradisi gereja, peringatan Jumat Agung menjadi momen refleksi atas makna pengorbanan dan kasih. Umat Kristen biasanya mengisi hari tersebut dengan ibadah dan perenungan.

Rangkaian Pekan Suci berlanjut dengan peringatan Hari Paskah pada hari Minggu sebagai simbol kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Setelah itu, Hari Kenaikan Isa Almasih diperingati 40 hari kemudian.

Baca Juga :  Film “Pangku” Karya Reza Rahadian Torehkan Prestasi di Busan International Film Festival 2025

Dalam ajaran Kristen, sebelum kenaikan, Yesus disebut menampakkan diri kepada para murid selama 40 hari untuk menegaskan kebangkitan-Nya serta menyampaikan ajaran tentang Kerajaan Allah.

Melalui rangkaian peringatan ini, umat Kristen diajak memahami kembali makna historis dan spiritual dari wafat, kebangkitan, hingga kenaikan Isa Almasih.

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel