Cryolipolysis, Solusi Non-Bedah untuk Mengatasi Lemak yang Sulit Hilang

cryolipolysis
ilustrasi terapi cryolipolysis. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Prosedur non-bedah untuk membentuk kontur tubuh, cryolipolysis, kini semakin diminati oleh mereka yang ingin mengurangi lemak membandel tanpa harus menjalani operasi. Metode ini dipilih karena praktis, minim risiko, dan waktu pemulihan yang singkat.

Cryolipolysis bekerja dengan membekukan sel lemak di bawah kulit sehingga tubuh dapat menghancurkannya secara alami. Alat khusus ditempelkan pada area tertentu, seperti perut atau paha, untuk mengontrol suhu hingga sel lemak rusak tanpa merusak jaringan kulit, otot, atau saraf di sekitarnya. Setelah itu, tubuh akan membersihkan sisa lemak secara bertahap melalui metabolisme, sehingga perubahan kontur tubuh terlihat alami.

Satu sesi cryolipolysis biasanya berlangsung 30–60 menit dan mampu mengurangi 20–25% lemak di area yang ditangani.

Advertisement

“Salah satu tujuan seseorang melakukan cryolipolysis adalah untuk membentuk kontur bagian tubuh tertentu. Sebelum melakukan prosedur ini, komunikasi antara pasien dengan dokter bedah plastik sangat penting untuk menyamakan persepsi dan hasil akhir yang diinginkan,” jelas Alodokter.

Keunggulan Cryolipolysis

Cryolipolysis menawarkan sejumlah kelebihan yang membuatnya menarik dibanding prosedur bedah:

  1. Tanpa operasi: Tidak ada sayatan atau obat bius, sehingga risiko infeksi atau komplikasi lebih rendah.
  2. Pemulihan cepat: Sebagian besar pasien bisa langsung kembali ke aktivitas harian tanpa istirahat khusus.
  3. Hasil alami: Perubahan bentuk tubuh muncul bertahap dalam beberapa minggu hingga bulan.
  4. Minim bekas luka: Tanpa sayatan, sehingga kulit tetap mulus.
  5. Efek samping ringan: Umumnya hanya kemerahan, bengkak, atau rasa baal sementara.
Baca Juga :  Sudah Cukupkah Vitamin D3 Anda? Ini 5 Makanan Sumber Alami yang Wajib Dicoba

Risiko dan Efek Samping

Walau tergolong aman, beberapa efek samping mungkin terjadi: kemerahan, bengkak, memar, rasa baal, nyeri ringan, perubahan warna kulit, cedera akibat suhu dingin (jarang), atau terbentuknya benjolan lemak tidak biasa (paradoxical adipose hyperplasia).

Persiapan dan Prosedur

Sebelum tindakan, pasien berkonsultasi dengan dokter untuk menilai kondisi tubuh, menentukan area yang akan ditangani, dan menyamakan ekspektasi hasil. Saat prosedur, alat cryolipolysis ditempelkan pada area yang ditargetkan, dan pasien mungkin merasakan sensasi dingin dan tarikan ringan. Setelah prosedur, kemerahan atau bengkak ringan biasanya muncul, namun membaik dalam beberapa hari. Hasil akhir terlihat dalam 2–3 bulan.

Perawatan Pasca-Prosedur

Untuk hasil optimal, pasien disarankan:

  • Menjaga pola makan sehat dan rutin berolahraga.
  • Menghindari memijat area yang ditangani terlalu keras.
  • Memeriksakan diri jika muncul nyeri hebat, benjolan, atau perubahan warna kulit abnormal.
Baca Juga :  Menstruasi Tidak Lancar? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Bijak

Siapa yang Cocok Menjalani Cryolipolysis?

Cryolipolysis direkomendasikan bagi mereka yang:

  • Memiliki lemak membandel di perut, paha, lengan atas, atau dagu.
  • Ingin memperbaiki kontur tubuh tanpa operasi.
  • Memiliki kulit yang masih kencang.
  • Tidak ingin menjalani prosedur bedah.

Namun, prosedur ini tidak disarankan bagi orang dengan kondisi tertentu seperti penyakit sensitif terhadap suhu dingin, gangguan pembekuan darah, hamil atau menyusui, infeksi atau luka terbuka, serta gangguan sistem kekebalan tubuh.

“Perlu diingat, hasil cryolipolysis akan lebih optimal jika Anda tetap menjaga pola makan sehat dan rutin berolahraga. Sebelum menjalani prosedur, diskusikan tujuan, harapan, dan riwayat kesehatan Anda dengan dokter. Pastikan juga cryolipolysis dilakukan di klinik yang terpercaya oleh tenaga medis profesional,” tulis Alodokter.

Dengan langkah tepat dan klinik yang terpercaya, cryolipolysis bisa menjadi pilihan aman untuk mendapatkan tubuh lebih proporsional tanpa harus melalui operasi.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel