Ingin Leher Tampak Lebih Ramping? Ini Langkah Aman yang Bisa Dicoba

leher
ilustrasi lemak di leher. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Lipatan lemak di area leher atau bawah dagu sering menjadi keluhan yang mengurangi rasa percaya diri, terutama bagi sebagian wanita. Meski berbagai tips beredar di media sosial, tidak semua metode yang populer terbukti mampu mengurangi timbunan lemak di area tersebut.

Para ahli menilai, penanganan lemak leher perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Pada banyak kasus, kondisi ini berkaitan dengan peningkatan berat badan. Namun, faktor keturunan juga dapat berperan sehingga membuat lipatan lemak tetap muncul meski seseorang memiliki berat badan ideal.

Diet dan Aktivitas Fisik Jadi Langkah Awal

Banyak orang percaya bahwa gerakan tertentu seperti meregangkan leher, mengunyah permen karet, atau latihan wajah dapat membantu menghilangkan lemak di leher. Namun hingga kini, efektivitas metode tersebut masih belum didukung bukti ilmiah yang kuat.

Advertisement

Bagi mereka yang mengalami kelebihan berat badan, penurunan berat badan tetap menjadi langkah utama yang direkomendasikan. Pola makan sehat dengan mengurangi konsumsi gula, membatasi karbohidrat berlebih, memperbanyak protein, serta meningkatkan asupan serat dapat membantu mengurangi penumpukan lemak secara keseluruhan, termasuk di area leher.

Aktivitas fisik rutin juga berperan penting. Jalan cepat, jogging, berenang, hingga menari selama setidaknya 30 menit setiap hari dapat membantu meningkatkan pembakaran kalori dan mendukung proses penurunan berat badan.

Baca Juga :  Tips Diet Efektif Tanpa Membuat Stress dan Terbebani

Faktor Genetik Bisa Menjadi Penyebab

Tidak semua lipatan lemak di leher disebabkan oleh pola hidup. Pada sebagian orang, bentuk leher dan penumpukan lemak di bawah dagu dipengaruhi faktor genetik.

Dalam kondisi seperti ini, perubahan pola makan dan olahraga mungkin tidak memberikan hasil yang signifikan. Karena itu, sejumlah prosedur medis dapat menjadi pilihan setelah berkonsultasi dengan dokter.

Pilihan Tindakan Medis

Terapi Gelombang Ultrasonik

Salah satu metode nonbedah yang digunakan untuk mengurangi lemak leher adalah terapi gelombang ultrasonik. Pada prosedur ini, dokter akan memberikan cairan khusus di area yang akan ditangani, kemudian gelombang ultrasonik digunakan untuk membantu menghancurkan sel lemak.

Meski demikian, hasil yang diperoleh dapat berbeda pada setiap orang tergantung jumlah lemak yang dimiliki.

Suntik Asam Deoksikolat

Metode lain yang cukup dikenal adalah suntikan asam deoksikolat. Zat ini bekerja dengan menghancurkan sel-sel lemak di bawah kulit sehingga area leher tampak lebih ramping.

Prosedur biasanya memerlukan beberapa sesi perawatan dengan jeda tertentu. Efek samping yang dapat muncul antara lain pembengkakan, kemerahan, memar, nyeri, hingga sensasi mati rasa sementara.

Baca Juga :  Mau Awet Muda? Perbanyak Konsumsi Makanan Kaya Flavonoid!

Sedot Lemak

Sedot lemak atau liposuction menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan hasil lebih cepat. Prosedur ini dilakukan melalui sayatan kecil di area leher atau dagu setelah pasien mendapatkan anestesi lokal.

Karena termasuk tindakan bedah, pasien perlu menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi tubuh memungkinkan menjalani prosedur tersebut.

Neck Lift

Selain menghilangkan lemak, prosedur neck lift juga bertujuan memperbaiki kontur dan kekencangan area leher. Tindakan ini umumnya dilakukan pada individu dengan kondisi kesehatan yang baik dan telah melalui evaluasi medis secara menyeluruh.

Konsultasi Tetap Diperlukan

Para ahli mengingatkan bahwa setiap metode memiliki manfaat dan risiko yang berbeda. Karena itu, konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting sebelum memutuskan menjalani prosedur tertentu.

Bagi sebagian orang, perubahan pola hidup sehat sudah cukup membantu mengurangi lipatan lemak di leher. Namun pada kasus yang dipengaruhi faktor genetik atau kondisi tertentu, tindakan medis dapat menjadi alternatif untuk memperoleh hasil yang lebih optimal.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel